Home > ilmu tanah > Gempa bisa membelokkan aliran Air Tanah

Gempa bisa membelokkan aliran Air Tanah

Yogyakarta, Kompas – Gempa bumi bisa menimbulkan retakan baru pada struktur batuan keras sehingga mengubah arah aliran air tanah. Fenomena ini menyebabkan sejumlah sumur dan mata air kering. Perubahan ini bisa bersifat permanen dan sementara, tergantung pada kondisi tanah dan batuan di suatu daerah.

Tjahyo Nugroho Adji, pakar geohidrologi pada Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Selasa (25/7), mengatakan berdasarkan kajian data survei lapangan, sejumlah sumur dan mata air di Kabupaten Bantul, Sleman, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, dan Klaten, Jawa Tengah, terdapat anomali tinggi muka air tanah. Beberapa sumur kering, tetapi sumur yang lain meluap airnya.

“Gempa memang memengaruhi struktur geologi. Gempa bisa berhubungan dengan kehilangan air secara cepat pada batuan yang keras. Pengaruh ini cenderung bersifat lokal, sesuai kondisi batuan dan topografi daerah tertentu,” kata Adji.

Rekahan pada batuan beku seperti di daerah vulkanik, lanjutnya, rekahan batuan akan menyebabkan pengalihan aliran air. Pada batuan beku, material yang menutup di atasnya mudah meloloskan air sehingga aliran air mudah berpindah. Fenomena ini seperti yang terjadi pada air terjun di Hutan Wisata Tlogo Putri. Pascagempa air terjun berubah menjadi rembesan.

Ia menambahkan, bila retakan batuan terjadi pada daerah bermaterial aluvium, air tidak akan banyak terpengaruh. Material aluvium seperti lempung, bersifat mengisolasi retakan sehingga air tetap tertahan.

“Pada danau-danau di kawasan karst Gunung Kidul, rekahan batuan relatif tidak berpengaruh karena retakan baru tertutup oleh endapan aluvium,” katanya.

Anomali muka air tanah, lanjut Adji, bisa bersifat permanen dan sementara. Bila rekahan memotong muka air tanah dan air keluar di daerah yang terpotong itu, muka air tanah akan turun dan bersifat permanen. Kembali

Sementara itu, keringnya sumur yang ada pada topografi datar dengan material yang homogen cenderung bersifat sementara. Pada musim hujan, air tanah akan kembali seperti semula. Di daerah Sleman dan Bantul, peluang pemulihan ke kondisi semula masih besar.

“Perubahan muka air tanah ini sebenarnya hal yang biasa saja. Muka air tanah yang ada selama ini adalah produk dari aktivitas tektonisme masa lalu. Kondisi kekurangan air di daerah yang dulu banyak air pernah terjadi di masa lalu akibat gempa bumi,” ucap Adji. (ANG)

Categories: ilmu tanah Tags: , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: