Penerapan Interpretasi Foto Udara untuk Pemetaan Geologi dan Tanah

May 3, 2010 Leave a comment

World Map

Permukaan bumi sangat bervariasi dan kompleks dengan relief-topografinya, komposisi material tak tekonsolodasi yang mendasari tiap bagian permukaannya dan pelaku perubahan yang terjadi padanya.  Setiap tipe batuan, retakan atau efek lain gerakan internal, dan tiap bentuk erosi dan pengendapan merupakan tanda bagi proses yang menghasilkannya.  Seseorang yang akan menerangkan material bumi dan strukturnya harus mengerti asas geomorfologi dan dapat mengenali ekspresi permukaan beberapa variasi material dan struktur.  Melalui proses interpretasi foto udara serta pemetaan geologi dan tanah selalu membutuhkan sejumlah besar penelitian dilapangan, tetapi proses pemetaannya dapat jauh dipermudah dengan menggunakan interpretasi foto udara.

Pemetaan Geologi

Foto udara pertama yang dibuat dari pesawat udara untuk tujuan pemetaan geologi digunakan untuk membuat mosaic daerah Bengasi Libya, pada tahun 1913.  Secara umum, penggunaan pertama foto udara secara sederhana hanya sebagai peta dasar untuk kompilasi data geologi, terutama diterapkan untuk eksplorasi minyak bumi.  Beberapa penggunaan foto udara untuk interpretasi pada dasawarsa 1920-an.  Sejak dasawarsa 1940-an, penggunaan foto udara untuk pemetaan geologi telah dikenal secara luas.

Pemetaan geologi meliputi identifikasi bantuk lahan, tipe batuan, dan struktur batuan (lipatan, ptahan, retakan) dan penggambaran unit geologi serta struktur geologi pada peta atau bentuk peragaan yang lain dalam hubungan spasial yang benar.  Eksplorasi sumberdaya mineral merupakan kegiatan penting dalam pemetaan geologi.  Karena sebagian besar kandungan mineral deposit di permukaan dan dekat permukaan bumi pada daerah yang mudah didatangi sedah diketemukan, perhatiannya sekarang pada lokasi deposit yang berada jauh di bawah permukaan bumi atau wilayah yang sukar dijangkau.  Metode geofisik yang memungkinkan penetrasi yang dalam ke bumi pada umumnya diperlukan untuk menentukan potensi deposit dan menentukan lokasi pengeboran untuk meyakinkan adanya kandungan deposit.  Akan tetapi banyak informasi tentang daerah yang potensial untuk eksplorasi mineral dapat ditemukan dengan interpretasi bentuk permukaan pada foto udara atau citra satelit. Read more…

Harkat Lahan

February 13, 2010 Leave a comment

PENDAHULUAN

Pengertian yang luas digunakan tentang lahan ialah suatu daerah permukaan daratan bumi yang ciri-cirinya mencakup segala tanda pengenal, baik yang bersifat cukup mantap maupun yang dapat diramalkan bersifat mendaur, dari biosfer, atmosfer, tanah, geologi, hidrologi dan populasi tumbuhan dan hewan, serta hasil kegiatan manusia pada masa lampau dan masa kini, sejauh tanda-tanda pengenal tersebut memberikan pengaruh murad atas penggunaan lahan oleh manusia pada masa kini dan masa mendatang.

Lahan merupakan kesatuan berbagai sumberdaya daratan yang saling berinteraksi membentuk suatu sistem struktural dan fungsional. Sifat dan perilaku lahan ditentukan oleh macam sumberdaya yang merajai dan macam serta intensitas interaksi yang berlangsung antar sumberdaya. Faktor-faktor penentu sifat dan perilaku lahan tersebut bermatra ruang dan waktu. Maka lahan selaku suatu ujud pun bermatra ruang dan waktu.

Penggunaan yang optimal memerlukan keterkaitan dengan karakteristik dan kualitas lahannya. Hal tersebut disebabkan adanya keterbatasan dalam penggunaan lahan sesuai dengan karakteristik dan kualitas lahannya, bila dihubungkan dengan pemanfaatan lahan secara lestari dan berkesinambungan.

Pada peta tanah atau peta sumber daya lahan, hal tersebut dinyatakan dalam satuan peta yang dibedakan berdasarkan perbedaan sifat-sifatnya terdiri atas: iklim, landform (termasuk litologi, topografi/relief), tanah dan/atau hidrologi. Pemisahan satuan lahan/tanah sangat penting untuk keperluan analisis dan interpretasi potensi atau kesesuaian lahan bagi suatu tipe penggunaan lahan (Land Utilization Types = LUTs).
Evaluasi lahan memerlukan sifat-sifat fisik lingkungan suatu wilayah yang dirinci ke dalam kualitas lahan (land qualities), dan setiap kualitas lahan biasanya terdiri atas satu atau lebih karakteristik lahan (land characteristics). Beberapa karakteristik lahan umumnya mempunyai hubungan satu sama lainnya di dalam pengertian kualitas lahan dan akan berpengaruh terhadap jenis penggunaan dan/atau pertumbuhan tanaman dan komoditas lainnya yang berbasis lahan (peternakan, perikanan, kehutanan). Read more…

Sejarah Umum Ilmu Tanah

February 13, 2010 Leave a comment

Perspektif sejarah berguna untuk (1) membantu mengendapkan dalam pikiran kita tahapan-tahapan rumit yang telah dilalui suatu ilmu, dalam hal ini ilmu tanah, (2) memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kristalisasi pengkajian tanah, dan (3) meramalkan hari depan ilmu tanah.

Manusia secara berangsur mendapatkan pengetahuan sebagai hasil perjuangannya demi kemaujudannya (existence). Inilah sebabnya mengapa kedokteran, botani dan astronomi merupakan disiplin ilmu yang tertua, pengetahuan yang pertama-tama dimiliki manusia. Pengetahuan kedokteran dia perlukan untuk melawan gangguan atau penyakit tubuhnya. Botani berkembang diderita karena minatnya yang mendalam tentang tumbuhan sebagai bahan obat atau pangan. Gejala ruang angkasa yang sukar dipahami, perubahan tetap siang dan malam, peredaran matahari dari timur ke barat, pemunculan bintang menurut musim, dan sebagainya membangkitkan rasa gaib dalam diri manusia. Dengan diawali penyembahan Dewa Matahari oleh bangsa Mesir Kuno, secara bertahap pengetahuan manusia bertambah yang akhimya melahirkan astronomi. Dari sesuatu yang dipandang gaib, dipuja dan disembah, lambat laun berganti menjadi sesuatu yang sangat memikat untuk disingkap rahasianya, untuk dijamah. Manusia mulai menjelajahi ruang angkasa.

Bagaimana mengenai tanah? Tanah berada di bawah telapak kaki manusia. Setiap saat dia menginjaknya, akan tetapi dia justru mendongak ke langit untuk memperoleh pertolongan dan keselamatan dari para Dewa. Selama manusia masih bertempat tinggal di dalam gua-gua atau di bawah tajuk lebat pepohonan, selama dia puas dengan mencari makan secara berburu binatang dan memungut hasil tumbuhan, dan selama dia sudah merasa senang meliliti tubuhnya dengan dedaunan, kulit kayu, atau kulit binatang untuk melindungi badannya dari kedinginan, kehujanan, tusukan duri, dan gigitan serangga, selama itu pula tanah bukan sesuatu yang perlu diperhatikan. Read more…

Categories: ilmu tanah Tags: ,

Past and Future CO2 Atmospheric Concentrations

January 5, 2010 Leave a comment

Climate change – Most serious global environmental problem

Pada abad ini, isu perubahan iklim (climate change) terus muncul dan menjadi pembicaraan serius.  Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan.

Kegiatan manusia, terutama berupa pembakaran bahan bakar fosil dan aktifitas pertanian, menghasilkan emisi berupa gas rumah kaca yaitu CO2, CH4, N2O dan halokarbon (kelompok gas yang mengandung florine, klorin dan bromin). Gas-gas tersebut terakumulasi di atmosfer sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi seiring dengan perjalanan waktu. Peningkatan ini sangat kentara pada era industry. Read more…

Categories: lingkungan Tags: , ,

How to Save the Environment at Home

October 25, 2009 Leave a comment

There are plenty of little steps that people can take at home to help save the environment. While the eco-footprint of each step is small, thousands of people doing the same thing can make a difference. In making some small changes to the way that you do things at home, you are gradually making a difference, even as an individual. You will kill costs and improve your health at the same time, so helping to save the environment isn’t a totally altruistic exercise!

Throughout the House

  1. Turn off appliances when you are not using them. Up to 30% of power used by TV’s is used while they are turned off, so buy power strips and just flip the switch on the power strip, because they use far less energy while turned off.
  2. Lower the thermostat by a few degrees in winter. An extra layer or blanket will not only keep you cozy but will help to reduce your electricity bill significantly.
  3. Make sure that the house is fully insulated. Insulation keeps the heat and cool on the correct side of your living space. Consider not only the ceiling but also the walls and under the floors.
  4. Use windows to regulate the temperature.
  5. Install ceiling fans instead of air conditioning units to keep rooms comfortable in warm weather.
  6. Fill the gaps. Gaps reduce energy efficiency in a home. By caulking gaps around windows and doors, you increase the ability of your house to retain heat and cool at the right times of year, allowing your heating and cooling systems to work less.
  7. Switch to compound fluorescent lightbulbs. They last longer and consume one-quarter of the energy. Lately, LED lamps have started to pick up the pace too — they are up to ten times as effective as fluorescent, and totally blow incandescent bulbs off the charts.
  8. Turn off the lights. Always turn off the lights when you are not using them. Rooms that are lit with nobody in them are wasteful.

In the Kitchen

  1. Recycle, recycle, recycle. Some cities already require people to sort their trash into paper, metals, glass, and organic waste. Even if your city doesn’t, you can launch a growing trend. Set up four separate waste baskets, and make sure the contents end up in the appropriate recycle bins.
  2. Air dry your dishes. Stop the dishwasher before the dryer cycle commences. Leave the door slightly ajar (or more open if you have the space) and let the dishes air-dry. The drying cycle of the dishwasher consumes a lot of energy.
  3. Avoid Creating Trash. Avoid disposable products, such as plates, cups, napkins and cutlery. Use reusable towels and dishwashing cloths in place of paper towels and disposable dish sponges. Read more…
Categories: lingkungan Tags:

Global Warming Hoax

October 13, 2009 1 comment

Pertemuan G-20 baru saja usai. Pemanasan global adalah salah satu topik utama yang dibicarakan. Para pemimpin dunia menyerukan dunia bersatu untuk melawan pemanasan global yang diperkirakan akan membawa bumi pada suhu mematikan di tahun 2100. Kita bisa melihat usaha pemimpin negara G-20 melawan pemanasan global menjadi headline di berbagai media utama di dunia. Namun entah kenapa hampir tidak ada media massa yang meliput pidato Prof. Mojib Latif pada konferensi PBB mengenai iklim bumi di Jenewa pada awal September 2009 kemarin.

Beberapa waktu sebelumnya, saya pernah menulis mengenai Teori konspirasi Pemanasan Global. Dalam tulisan itu saya menceritakan bahwa pandangan Al Gore mengenai pemanasan global yang diterima oleh banyak orang ternyata mendapat tentangan dari banyak ilmuwan. Salah satu penyebabnya adalah adanya data penelitian yang menunjukkan bahwa bumi tidak mengalami pemanasan global dalam dekade ini. Nah kali ini, Al Gore dan pendukungnya kembali mendapat tamparan, bukan dari lawan politiknya, melainkan dari salah seorang ilmuwan yang pro dengannya.

Umumnya jika seorang ilmuwan mengubah pandangan ilmiahnya dengan drastis, maka media massa akan meliputnya secara besar-besaran. Namun tidak kali ini. Pidato Prof. Mojib Latif hampir lolos dari perhatian dunia.

Prof. Latif adalah seorang ilmuwan dari Leibniz Institute of Marine Sciences di Jerman. Ia adalah seorang pendukung utama teori yang mengatakan bahwa emisi rumah kaca yang dihasilkan manusia telah menyebabkan peningkatan suhu global di bumi. Ia turut serta dalam menciptakan model iklim yang menjadi patokan bagi banyak peneliti di dunia. Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan dalam studi mengenai iklim dan ia adalah seorang peneliti utama di IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), sebuah badan milik PBB yang pada tahun 2007 menerima nobel perdamaian bersama Al Gore. Read more…

Categories: iseng, lingkungan Tags: , ,

Sinking hole (luweng), fenomena tanah ambles..

April 30, 2009 Leave a comment

Tanah amblas dalam bahasa geologinya sering disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini sering terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping. Menakutkan yak…gimana kalo pas berdiri diatas permukaan tanah tiba2 BLUNG!!! tanahnya ambes masuk di telan bumi… ..Biasanya tanah amblas tidak terjadi seketika…ada tanda2 kalo tanah akan amblas..eit, tunggu dulu fenomena sinkhole dapat juga terjadi dalam waktu sekejab.. (ini yang ditakutin) bakal lenyap ditelen bumi..

1. Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya” adalah batugamping.

2. Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan.

3. Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan), pintu susah ditutup karena mleyot-mleyot. Read more…

Categories: lingkungan Tags: , ,