<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agrica</title>
	<atom:link href="http://agrica.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agrica.wordpress.com</link>
	<description>Agriculture,environment,science and other info</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 May 2010 16:16:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='agrica.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agrica</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agrica.wordpress.com/osd.xml" title="Agrica" />
	<atom:link rel='hub' href='http://agrica.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Penerapan Interpretasi Foto Udara untuk Pemetaan Geologi dan Tanah</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2010/05/03/penerapan-interpretasi-foto-udara-untuk-pemetaan-geologi-dan-tanah/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2010/05/03/penerapan-interpretasi-foto-udara-untuk-pemetaan-geologi-dan-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 16:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[GIS / Remote Sensing]]></category>
		<category><![CDATA[GIS]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu ukur tanah]]></category>
		<category><![CDATA[kartografi]]></category>
		<category><![CDATA[pemetaan]]></category>
		<category><![CDATA[penginderaan jauh]]></category>
		<category><![CDATA[remote sensing]]></category>
		<category><![CDATA[SIG]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Permukaan bumi sangat bervariasi dan kompleks dengan relief-topografinya, komposisi material tak tekonsolodasi yang mendasari tiap bagian permukaannya dan pelaku perubahan yang terjadi padanya.  Setiap tipe batuan, retakan atau efek lain gerakan internal, dan tiap bentuk erosi dan pengendapan merupakan tanda bagi proses yang menghasilkannya.  Seseorang yang akan menerangkan material bumi dan strukturnya harus mengerti asas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=427&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_428" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://agrica.files.wordpress.com/2010/05/a.jpg"><img class="size-medium wp-image-428" title="World Map" src="http://agrica.files.wordpress.com/2010/05/a.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">World Map</p></div>
<p style="text-align:justify;">Permukaan bumi sangat bervariasi dan kompleks dengan relief-topografinya, komposisi material tak tekonsolodasi yang mendasari tiap bagian permukaannya dan pelaku perubahan yang terjadi padanya.  Setiap tipe batuan, retakan atau efek lain gerakan internal, dan tiap bentuk erosi dan pengendapan merupakan tanda bagi proses yang menghasilkannya.  Seseorang yang akan menerangkan material bumi dan strukturnya harus mengerti asas geomorfologi dan dapat mengenali ekspresi permukaan beberapa variasi material dan struktur.  Melalui proses interpretasi foto udara serta pemetaan geologi dan tanah selalu membutuhkan sejumlah besar penelitian dilapangan, tetapi proses pemetaannya dapat jauh dipermudah dengan menggunakan interpretasi foto udara.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:left;"><strong>Pemetaan Geologi</strong></h3>
<p style="text-align:justify;">Foto udara pertama yang dibuat dari pesawat udara untuk tujuan pemetaan geologi digunakan untuk membuat mosaic daerah Bengasi Libya, pada tahun 1913.  Secara umum, penggunaan pertama foto udara secara sederhana hanya sebagai peta dasar untuk kompilasi data geologi, terutama diterapkan untuk eksplorasi minyak bumi.  Beberapa penggunaan foto udara untuk interpretasi pada dasawarsa 1920-an.  Sejak dasawarsa 1940-an, penggunaan foto udara untuk pemetaan geologi telah dikenal secara luas.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemetaan geologi meliputi identifikasi bantuk lahan, tipe batuan, dan struktur batuan (lipatan, ptahan, retakan) dan penggambaran unit geologi serta struktur geologi pada peta atau bentuk peragaan yang lain dalam hubungan spasial yang benar.  Eksplorasi sumberdaya mineral merupakan kegiatan penting dalam pemetaan geologi.  Karena sebagian besar kandungan mineral deposit di permukaan dan dekat permukaan bumi pada daerah yang mudah didatangi sedah diketemukan, perhatiannya sekarang pada lokasi deposit yang berada jauh di bawah permukaan bumi atau wilayah yang sukar dijangkau.  Metode geofisik yang memungkinkan penetrasi yang dalam ke bumi pada umumnya diperlukan untuk menentukan potensi deposit dan menentukan lokasi pengeboran untuk meyakinkan adanya kandungan deposit.  Akan tetapi banyak informasi tentang daerah yang potensial untuk eksplorasi mineral dapat ditemukan dengan interpretasi bentuk permukaan pada foto udara atau citra satelit.<span id="more-427"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Foto udara untuk terapan geologi pada umumnya dipotret antara tengah pagi hingga tengah hari, pada waktu matahari membuat sudut besar dan efek bayangannya kecil.  Foto udara yang mempunyai sudut matahari kecil dipotret pada pagi hari atau sore hari pada waktu matahari berbentuk 10o atau kurang diatas horizon.  Pada foto ini terdapat daerah bayangan yang sering memperlihatkan adanya perbedaan relief dan pola tekstur yang halus yang tidak tampak pada foto udara yang sudut mataharinya besar.  Beberapa pola bayangan seperti ini dapat membantu dalam identifikasi unit geologi.  Akan tetapi karena kondisi penyinaran berubah cepat pada pagi atau sore hari, sudut penyinaran dan kondisi pemotretan foto tidak mungkin tetap selama penerbangan pada suatu sudut matahari kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk sebagian besar terapan, foto udara dipotret dengan kondisi permukaan bumi bebas dari salju, karena penutupan oleh salju menghilangkan kerincian permukaan.  Akan tetapi foto udara yang permukaannya tertutup salju yang dipotert dengan sudut matahari rendah pada musim dingin, dapat memberikan gambaran aspek topografi medan yang dipertajam.  Hal ini sering menghasilkan informasi yang berguna yang tidak mungkin dihasilkan dari foto udara yang bebas salju.</p>
<p style="text-align:justify;">Interpretasi citra multitingkat sering deigunakan dalam studi geologi.  Penafsir memulainya dengan melakukan interpretasi citra Landsat dengan skala 1:500.000 hingga 1:1.000.000, kemudian mengkaji foto udara stereoskopik berskala lebih kecil dari skala 1:60.000 sampai 1:120.000 hasil pemotretan dengan ketinggian terbang tinggi.  Untuk pemetaan yang rinci, dapat menggunakan foto udara stereoskopik berskala 1:20.000.  Citra skala kecil memungkinkan pengamatan untuk menyeluruh atas tata letak geologi secara regional.  Banyak kenampakan geologi penting yang membentang dengan jarak yang besar seperti patahan geologi dapat dipelajari dengan baik dengan mengamati citra satelit.  Untuk identifikasi dan pemetaan yang lebih rinci, dapat menggunakan foto udara skala besar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:left;"><strong>Pemetaan Tanah</strong></h3>
<p style="text-align:justify;">Survei tanah rinci merupakan sumber utama informasi suatu daerah.  Karena itulah peta tersebut banyak digunakan pada kegiatan seperti perencanaan penggunaan lahan yang komprehensif.  Mengetahui kesesuaian tanah untuk berbagai aktivitas penggunaan lahan sangat essensial untuk melindungi kemerosotan lingkungan sehubungan dengan kesalahan dalam penggunaan lahan.  Secara ringkas, apabila perencanaan dimaksudkan dimaksudkan sebagai alat yang efektif untuk tuntunan penggunaan lahan, maka harus didasarkan pada inventarisasi sumberdaya alam secara teliti.</p>
<p style="text-align:justify;">Survei tanah rinci merupakan hasil studi intensif sumberdaya tanah oleh pakar yang terlatih.  Untuk membuat batas unit tanah digunakan interpretasi foto udara disertai kerja lapangan yang ekstensif.  Pakar tanah melintas bentang darat dengan berjalan kaki, melakukan identifikasi tanah, dan membuat batas tanah.  Proses ini meliputi pengkajian lapangan atas sejumlah besar profil tanah (penampang melintang), melakukan identifikasi, dan mengklasifikasikan unit tanah.  Pengalaman dan latihan pakar tanah sangat diperlukan untuk mengevaluasi hubungan antara tanah dan vegetasi, material bahan induk geologi, bentuk lahan, dan posisi bentang darat.  Interpretasi foto udara telah digunakan sejak awal 1930-an untuk mempermudah proses pemetaan tanah.  Secara khusus digunakan foto udara pankromatik berskala 1:15.840 hingga skala 1:40.000 sebagai dasar pemetaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Peta survei tanah pertanian telah dibuat untuk beberapa daerah di Amerika oleh Departemen Pertanian A.S (USDA) sejak sekitar tahun 1900.  Sebagian besar survey tanah yang diterbitkan sejak tahun 1957 merupakan peta tanah yang dicetak dengan menggunakan dasar mosaic foto dengan skala 1:24.000, 1:20.000, atau 1:15.800.  Tujuan semula survey tersebut adalah untuk memberikan bantuan tehnik kepada petani dan peternak untuk pengelolaan tanaman dan pelaksanaan perumputan.  Survei tanah yang diterbitkan sejak tahun 1957 berisi informasi tentang kecocokan tanah untuk beberapa variasi penggunaan pada setiap unit tanah yang dipetakan.  Peta tersebut berisi informasi untuk beberapa tujuan seperti penaksiran produksi untuk tanaman pertanian umum, evaluasi kecocokan lahan penggembalaan, menghitung produksi kayu, menaksir kondisi habitat binatang liar, menilai kecocokan untuk berbagai keperluan wisata, dan menentukan kecocokan untuk berbagai keperluan pengembangan seperti untuk jalan raya, jalan local, fondasi bangunan, dan daerah serapan septik tank.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:left;"><strong>Kesimpulan</strong></h3>
<ul>
<li>Interpretasi foto udara mempermudah proses pemetaan geologi dan tanah.</li>
<li>Pemetaan geologi meliputi identifikasi bantuk lahan, tipe batuan, dan struktur batuan (lipatan, ptahan, retakan) dan penggambaran unit geologi serta struktur geologi pada peta atau bentuk peragaan yang lain dalam hubungan spasial yang benar.</li>
<li>Pemetaan tanah (survey tanah) meliputi pengkajian lapangan atas sejumlah besar profil tanah (penampang melintang), melakukan identifikasi, dan mengklasifikasikan unit tanah.</li>
</ul>
<h3 style="text-align:left;"><strong>Daftar Pustaka<br />
</strong></h3>
<p style="text-align:justify;">Lillesand, T. M.  Kiefer, R. W.  1993.  <em>Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra</em>.  Gadjah Mada University Press.  Yogyakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agrica.wordpress.com/category/gis-remote-sensing/'>GIS / Remote Sensing</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=427&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2010/05/03/penerapan-interpretasi-foto-udara-untuk-pemetaan-geologi-dan-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agrica.files.wordpress.com/2010/05/a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">World Map</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harkat Lahan</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2010/02/13/harkat-lahan/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2010/02/13/harkat-lahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 06:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu tanah]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Pengertian yang luas digunakan tentang lahan ialah suatu daerah permukaan daratan bumi yang ciri-cirinya mencakup segala tanda pengenal, baik yang bersifat cukup mantap maupun yang dapat diramalkan bersifat mendaur, dari biosfer, atmosfer, tanah, geologi, hidrologi dan populasi tumbuhan dan hewan, serta hasil kegiatan manusia pada masa lampau dan masa kini, sejauh tanda-tanda pengenal tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=420&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:center;">PENDAHULUAN</h4>
<p style="text-align:justify;">Pengertian yang luas digunakan tentang lahan ialah suatu daerah permukaan daratan bumi yang ciri-cirinya mencakup segala tanda pengenal, baik yang bersifat cukup mantap maupun yang dapat diramalkan bersifat mendaur, dari biosfer, atmosfer, tanah, geologi, hidrologi dan populasi tumbuhan dan hewan, serta hasil kegiatan manusia pada masa lampau dan masa kini, sejauh tanda-tanda pengenal tersebut memberikan pengaruh murad atas penggunaan lahan oleh manusia pada masa kini dan masa mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Lahan merupakan kesatuan berbagai sumberdaya daratan yang saling berinteraksi membentuk suatu sistem struktural dan fungsional. Sifat dan perilaku lahan ditentukan oleh macam sumberdaya yang merajai dan macam serta intensitas interaksi yang berlangsung antar sumberdaya. Faktor-faktor penentu sifat dan perilaku lahan tersebut bermatra ruang dan waktu. Maka lahan selaku suatu ujud pun bermatra ruang dan waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Penggunaan yang optimal memerlukan keterkaitan dengan karakteristik dan kualitas lahannya. Hal tersebut disebabkan adanya keterbatasan dalam penggunaan lahan sesuai dengan karakteristik dan kualitas lahannya, bila dihubungkan dengan pemanfaatan lahan secara lestari dan berkesinambungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada peta tanah atau peta sumber daya lahan, hal tersebut dinyatakan dalam satuan peta yang dibedakan berdasarkan perbedaan sifat-sifatnya terdiri atas: iklim, landform (termasuk litologi, topografi/relief), tanah dan/atau hidrologi. Pemisahan satuan lahan/tanah sangat penting untuk keperluan analisis dan interpretasi potensi atau kesesuaian lahan bagi suatu tipe penggunaan lahan (Land Utilization Types = LUTs).<br />
Evaluasi lahan memerlukan sifat-sifat fisik lingkungan suatu wilayah yang dirinci ke dalam kualitas lahan (land qualities), dan setiap kualitas lahan biasanya terdiri atas satu atau lebih karakteristik lahan (land characteristics). Beberapa karakteristik lahan umumnya mempunyai hubungan satu sama lainnya di dalam pengertian kualitas lahan dan akan berpengaruh terhadap jenis penggunaan dan/atau pertumbuhan tanaman dan komoditas lainnya yang berbasis lahan (peternakan, perikanan, kehutanan).<span id="more-420"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<h4 style="text-align:center;">PENGERTIAN HARKAT LAHAN SECARA UMUM</h4>
<p style="text-align:justify;">Harkat lahan ialah nilai lahan menurut kegunaan, manfaat atau fungsi yang dapat dijalankannya. Maka harkat lahan berkaitan dengan mutu lahan. Mutu lahan ialah suatu tanda pengenal lahan yang terdiri atas sejumlah komponen, yang bertindak secara berbeda jelas dengan tindakan-tindakan mutu lain dari lahan dalam pengaruhnya atas kecocokan lahan untuk suatu macam penggunaan lahan tertentu. Pernyataan tiap mutu lahan ditentukan oleh seperangkat ciri lahan yang berinteraksi. Bobot ciri lahan dalam interaksi berbeda dalam lingkungan yang berbeda. Maka sebagaimana lahan, harkat lahan pun bermatra ruang dan waktu, dan dapat diubah oleh tindakan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Harkat lahan merupakan nilai kualitatif dan karena itu tidak terukur secara langsung, akan tetapi ditetapkan secara ditaksir atau ditafsir. Oleh karena harkat lahan selalu berkenaan dengan suatu penggunaan tertentu maka suatu lahan yang berharkat baik untuk, misalnya, pertanian tidak dengan sendirinya berharkat baik pula untuk penggunaan lain, misalnya permukiman atau kawasan industri. Demikian pula sebaliknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada dua macam harkat lahan, yaitu kemampuan (<em> capability</em> ) dan kesesuaian atau keserasian (<em> suitability</em> ). Dua macam pengharkatan itu berbeda dalam hal maksud penilaian. Penilaian kemampuan bermaksud menetapkan pembenahan pengelolaan yang diperlukan untuk mencegah degradasi lahan. Pembenahan ini mencakup pemilihan bentuk penggunaan dan upaya konservasi yang perlu diterapkan dalam mengembangkan suatu program konservasi jangka panjang. Penilaian kesesuaian bermaksud menetapkan pengelolaan khas yang diperlukan untuk memperoleh nasabah lebih baik antara manfaat dan masukan yang diperlukan, baik berdasarkan pengalaman maupun berdasarkan antisipasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, istilah kesesuaian lahan berkonotasi ekonomi. Pengharkatan kesesuaian merupakan sarana menaksir produktivitas usahatani yang dijalankan secara khas.</p>
<p style="text-align:justify;">Penilaian kesesuaian dapat dibuat secara mutlak atau nisbi. Dapat pula dibuat berdasarkan keadaan lahan sekarang (<em> actual suitability</em> ) atau berdasarkan keadaan lahan setelah diadakan pembenahan besar-besaran (<em> potential suitability</em> ), yangmengubah ciri-ciri lahan secara sangat murad (<em> very significant</em> ) dan cukup tetap yang hasil pengubahannya dapat bertahan selama lebih daripada 10.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembenahan semacam ini akan melibatkan wilayah luas dan penanaman modal besar, yang tidak mungkin dikerjakan atau dibiayai oleh petani atau pengguna lahan sendiri-sendiri. Peningkatan kesesuaian lahan dengan jalan ini hanya dapat diselesaikan secara nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<h4 style="text-align:center;">PENETAPAN HARKAT LAHAN</h4>
<p style="text-align:justify;">Metode pengharkatan lahan biasanya berbentuk sistem klasifikasi harkat lahan dengan struktur kategori ganda. Dari kategori tertinggi sampai dengan yang terendah pera mpatan (<em> generalization</em> ) kriteria pemilah kelas berkurang bersamaan dengan peningkatan perincian kriteria pemilahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem klasifikasi harkat lahan secara umum dapat dibagi dalam dua golongan besar menurut perbedaan konsep kelas. Golongan pertama mengkonsepkan kelas sebagai daerah harga sekumpulan ciri lahan. Kriteria kelas dicantumkan berupa perian (<em> description</em> ) daerah harga tiap ciri lahan. Konsep ini digunakan a.l. dalam sistem klasifikasi kemampuan lahan SCSUSDA, sistem penilaian kemampuan lahan Soepraptohardjo &amp; Robinson (1975) yang diusulkan kedua penulisnya untuk digunakan di Indonesia, dan sistem klasifikasi kesesuaian lahan FAO (1977).</p>
<p style="text-align:justify;">Golongan kedua mengkonsepkan kelas sebagai daerah harga hasil panen interaksi antar sejumlah ciri lahan. Kriteria kelas dicantumkan berupa kisaran harga numerik hasil interaksi akhir antar ciri lahan yang dijadikan indeks mutu kelas. Konsep ini digunakan antara lain dalam sistem klasifikasi kemampuan wilayah yang pertama kali dikembangkan di Indonesia oleh Soepraptohardjo pada awal tahun 1960-an, The Storie Index untuk klasifikasi kemampuan tanah, sistem penilaian kemampuan tanah di Nigeria, dan sistem pewilayahan regim lengas tanah dan regim hara tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem klasifikasi yang termasuk golongan pertama disebut sistem kualitatif, sedang yang termasuk golongan kedua dinamakan sistem semi-kuantitatif. Untuk dapat memperoleh besaran hasil interaksi antar ciri lahan dalam semi-kuantitatif, populasi harga variabel yang menjadi ciri lahan diagnostik dipilahkan menjadi kelas-kelas mutu. Tiap kelas mutu diberi marka (<em> score</em> ) sehingga dapat dimanipulasi dalam acuan interaksi. Ada beberapa cara pemberian marka :</p>
<ol>
<li>Pemarkaan mengikuti asas nasabah numerik (<em> numerical relationship</em> ) antar kelas mutu pada satu variabel. Kelas mutu diurutkan dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, dan marka juga diberikan secara berurutan dari yang terkecil untuk kelas mutu terendah sampai dengan yang terbesar untuk kelas mutu tertinggi dengan bentuk deret hitung. Ini berarti bahwa angka marka tidak menunjukkan proporsionalitas pengaruh antar kelas mutu atas kinerja (<em> peformance</em> ) kegiatan penggunaan lahan. Misalnya, marka 3 tidak berarti bahwa kelas mutunya tiga kali lebih baik daripada kelas mutu yang memperoleh marka 1 (contoh : sistem Soepraptohardjo 1960-an).</li>
<li>Pemarkaan mengikuti asas proporsionalitas pengaruh kelas mutu atas kinerja kegiatan penggunaan lahan. Proporsionalitas pengaruh dinyatakan dengan angka-angka persen. Kelas mutu terbaik, artinya variabel lahan tidak menjadi kendala sedikitpun, diberi marka 100. Kelas  mutu yang menyebabkan kinerja kegiatan penggunaan lahan hanya mencapai 40% dari kinerja pada kelas mutu terbaik, diberi marka 40 (contoh: sistem Storie, 1959).</li>
<li> Pemarkaan mengikuti anggapan kesetaraan pengaruh antar variabel lahan. Dalam hal ini semua variabel diberi jumlah kelas sama dan deret marka sama pula (contoh: sistem Soepraptohardjo 1960-an).</li>
<li>Pemarkaan mengikuti anggapan perbedaan pengaruh antar variabel lahan. Dalam hal ini marka diberi bobot secara tersirat. Hal ini dikerjakan dengan memberikan kepada variabel yang secara nisbi kurang berpengaruh jumlah kelas mutu sedikit dan memberikan kepada kelas mutu terendah angka marka lebih besar. Jadi, suatu variabel yang secara nisbi kurang penting diberi kisaran marka lebih pendek dan perbedaan antara marka tertinggi dan terendah lebih kecil (contoh sistem Storie, 1959; sistem Nigeria, Steele, 1967).</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Ada tiga cara untuk menyatakan interaksi antar variabel lahan:</p>
<ol>
<li>Menjumlah marka yang disebut cara aditif (contoh: sistem Soepraptohardjo 1960an). Keuntungan cara ini ialah dapat menangani interaksi yang melibatkan banyak variabel. Akan tetapi cara ini mempunyai kelemahan matematik hakiki; pengaruh kelas mutu rendah dari variabel penting, yang disebut faktor minimum, tidak muncul dalam hasil interaksi.</li>
<li>Mengalikan marka yang disebut cara multiplikatif (contoh sistem Storie, 1959; sistem Nigeria, Steele, 1967). Keuntungan cara ini ialah dapat memunculkan pengaruh faktor minimum secara jelas. Kelemahannya ialah interaksi yang melibatkan banyak variabel tidak tertangani karena angka terakhir menjadi terlalu besar (kalau menggunakan nasabah numerik untuk pemarkaan), atau menjadi luar biasa kecil (kalau menggunakan asas proporsionalitas untuk pemerkaan). Perbedaan harga indeks harkat antar satuan lahan menjadi sulit ditafsirkan.</li>
<li>Interaksi diterjemahkan sebagai nasabah kompensasif dengan menggunakan matrik korelasi (contoh: Notohadiprawiro &amp; Asmara, 1988; 1989). Keuntungan cara ini ialah pengacuan interaksi lebih sesuai dengan fakta di alam, dan tidak terpengaruh oleh cara pemarkaan. Tidak ada persoalan pula mengenai penanganan interaksi yang melibatkan banyak variabel. Kelemahannya ialah penentuan hasil interaksi menjadi kualitatif. Akan tetapi kalau hasil interaksi ditetapkan dengan nalar dan pengalaman profesional, hasilnya akan lebih mendekati kejadian yang berlaku sebenarnya di alam.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini berkembang pesat pengharkatan lahan dengan acuan matematik. Metode ini memberikan sejumlah keuntungan dibandingkan dengan metode konvensional,yang penting ialah pengharkatan lebih cermat, peramalan akibat lebih teapat, dan memberikan peluang besar untuk mengotomatkan dan mengkomputerkan penanganan dan pengolahan data.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya menjadi kualitatif betul. Namun metode ini meminta prasyarat berat berupa struktur alas data (<em> data base</em> ) yang modern, berkapasitas besar dan bergunaganda (<em> multu-purpose</em> ), serta kesediaan data  pokok yang mencukupi. Ini berarti bahwa keterseediaan suatu GIS diperlukan secara mutlak. Prasyarat semacam ini kiranya belum akan tersedia dalam waktu dekat bagi negar-negara sedang berkembang pada umumnya. Maka kita harus mengandalkan pengharkatan lahan pada metode-metode konvensional dengan mencoba mengotomatkan dan mengkomputerkan beberapa langkahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mohanty &amp; Filipovski (1982) mengembangkan suatu acuan matematik untuk klasifikasi kesuburan potensial tanah di lahan penanaman padi. Driessen (1989) menggunakan acuan matematik dalam “Quantified Land Evaluation”-nya. Pengacuan matematik memahami interaksi sebagai nasabah numerik yang sinambung (<em> continuous</em> ), sehingga setiap perubahan dalam setiap interaksi berarti perubahan dalam harkat lahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal dalam kenyataan di lapangan tidak setiap perubahan interaksi telah mendatangkan perubahan harkat lahan sedemikian nyata sehingga sudah perlu ditanggapi dengan membenahi pengelolaan lahan atau mengganti bentuk penggunaan lahan. Tanggapan seperti itu  baru diperlukan apabila perubahan harkat melampaui batas tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka interaksi hendaknya difahami sebagai nasabah kompensatif yang bekerja menurut perubahan harga variabel yang bertangga-tangga (<em> stepwise changes</em> ) dan regresinya dijalankan sebagai fungsi tangga (<em> step function</em> ). Dengan konsep nasabah kompensatif populasi statistik tidak diperlakukan sebagai kumpulan nilai-nilai tunggal, akan tetapi sebagai kumpulan tandan-tandan nilai (<em> cluster of varietas</em> ) yang mewakili kelas-kelas harkat. Acuannya disebut acuan geografi oleh Notohadiprawiro.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam nasabah kompensatif, suatu kompensasi adalah positif apabila kelebihan kemampuan suatu komponen lahan dapat menghilangkan atau menanggulangi kekurangan kemampuan komponen lain dari lahan yang menjadi lawan interaksinya. Kalau suatu komponen lahan memperbesar kelemahan komponen lain dalam suatu interaksi, kompensasinya disebut negatif. Misalnya kemampuan lebih iklim basah dalam  memasok air kepada simpanan lengas tanah untuk pertanaman memberikan kompensasi positif kepada kemampuankurang tanah pasiran dalam menyimpan lengas tanah. Akan tetapi iklim yang sama akan memberikan kompensasi negatif kepada tanah lempungan berat yang berkemampuan besar dalam menyimpan lengas tanah karena akan mengakibatkan  tanah tumpat air (<em> waterlogged</em> ) atau lebih jauh lagi menyebabkan tanah tergenang. Kalau dalam interaksi ini masuk komponen ketiga berupa lereng maka lereng akan memberrikan kompensasi positif kepada interaksi tadi dengan kemampuannya mengatus air yang berlebih. Akan tetapi kalau landaian lereng meningkat, kompansasi positif tersebut akan dapat merubah menjadi negatif karena meningkatkan kerentanan tanah akan erosi.</p>
<p style="text-align:justify;">Landaian lereng yang sama akan memberikan kompensasi negatiflebih kecil kepada tanah kalau interaksinya berlangsung dalam kawasaniklim kering. Tanda kompensasi juga dapat bergeser gedangnya (<em> magnitude</em> ) atau berganti secara musiman. Harkat suatu lahan ditentukan oleh imbangan kompensasi positif dengan kompensasi negatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan konsep kompensasi maka interaksi antar komponen lahan dihayati sebagai suatu ungkapan lahan yang dinamis, bermatra ruang waktu, karena perubahan tataran pengaruh atau peranan komponen  lahan masing-masing menurut tempat dan waktu besifat nisbi dan tidak saling sejalan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<h4 style="text-align:center;">KESIMPULAN</h4>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Lahan merupakan kesatuan      berbagai sumberdaya daratan yang saling berinteraksi membentuk suatu      sistem struktural dan fungsional. Sifat dan perilaku lahan ditentukan oleh      macam sumberdaya yang merajai dan macam serta intensitas interaksi yang      berlangsung antar sumberdaya.</li>
<li>Harkat lahan ialah nilai lahan      menurut kegunaan, manfaat atau fungsi yang dapat dijalankannya. Maka      harkat lahan berkaitan dengan mutu lahan.</li>
<li>Mutu lahan ialah suatu tanda      pengenal lahan yang terdiri atas sejumlah komponen, yang bertindak secara      berbeda jelas dengan tindakan-tindakan mutu lain dari lahan dalam      pengaruhnya atas kecocokan lahan untuk suatu macam penggunaan lahan      tertentu.</li>
</ul>
<h4 style="text-align:center;">DAFTAR PUSTAKA</h4>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://agroscamp.blogspot.com/2009/01/survei-dan-pemetaan-tanah.html">http://agroscamp.blogspot.com/2009/01/survei-dan-pemetaan-tanah.html</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bbsdlp.litbang.deptan.go.id/evaluasi_lahan.php">http://bbsdlp.litbang.deptan.go.id/evaluasi_lahan.php</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://elcom.umy.ac.id/elschool/muallimin_muhammadiyah/file.php/1/materi/Geografi/LAHAN%20POTENSIAL%20DAN%20LAHAN%20KRITIS.pdf">http://elcom.umy.ac.id/elschool/muallimin_muhammadiyah/file.php/1/materi/Geografi/LAHAN%20POTENSIAL%20DAN%20LAHAN%20KRITIS.pdf</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://soil.faperta.ugm.ac.id/tj/1991/1991%20kema.pdf">http://soil.faperta.ugm.ac.id/tj/1991/1991%20kema.pdf</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://agrica.wordpress.com/category/ilmu-tanah/'>ilmu tanah</a>, <a href='http://agrica.wordpress.com/category/pertanian/'>pertanian</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=420&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2010/02/13/harkat-lahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Umum Ilmu Tanah</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2010/02/13/sejarah-umum-ilmu-tanah/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2010/02/13/sejarah-umum-ilmu-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 06:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu tanah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmua tanah]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Perspektif sejarah berguna untuk (1) membantu mengendapkan dalam pikiran kita tahapan-tahapan rumit yang telah dilalui suatu ilmu, dalam hal ini ilmu tanah, (2) memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kristalisasi pengkajian tanah, dan (3) meramalkan hari depan ilmu tanah. Manusia secara berangsur mendapatkan pengetahuan sebagai hasil perjuangannya demi kemaujudannya (existence). Inilah sebabnya mengapa kedokteran, botani dan astronomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=414&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Perspektif sejarah berguna untuk (1) membantu mengendapkan dalam pikiran kita tahapan-tahapan rumit yang telah dilalui suatu ilmu, dalam hal ini ilmu tanah, (2) memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kristalisasi pengkajian tanah, dan (3) meramalkan hari depan ilmu tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia secara berangsur mendapatkan pengetahuan sebagai hasil perjuangannya demi kemaujudannya (<em>existence</em>). Inilah sebabnya mengapa kedokteran, botani dan astronomi merupakan disiplin ilmu yang tertua, pengetahuan yang pertama-tama dimiliki manusia. Pengetahuan kedokteran dia perlukan untuk melawan gangguan atau penyakit tubuhnya. Botani berkembang diderita karena minatnya yang mendalam tentang tumbuhan sebagai bahan obat atau pangan. Gejala ruang angkasa yang sukar dipahami, perubahan tetap siang dan malam, peredaran matahari dari timur ke barat, pemunculan bintang menurut musim, dan sebagainya membangkitkan rasa gaib dalam diri manusia. Dengan diawali penyembahan Dewa Matahari oleh bangsa Mesir Kuno, secara bertahap pengetahuan manusia bertambah yang akhimya melahirkan astronomi. Dari sesuatu yang dipandang gaib, dipuja dan disembah, lambat laun berganti menjadi sesuatu yang sangat memikat untuk disingkap rahasianya, untuk dijamah. Manusia mulai menjelajahi ruang angkasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mengenai tanah? Tanah berada di bawah telapak kaki manusia. Setiap saat dia menginjaknya, akan tetapi dia justru mendongak ke langit untuk memperoleh pertolongan dan keselamatan dari para Dewa. Selama manusia masih bertempat tinggal di dalam gua-gua atau di bawah tajuk lebat pepohonan, selama dia puas dengan mencari makan secara berburu binatang dan memungut hasil tumbuhan, dan selama dia sudah merasa senang meliliti tubuhnya dengan dedaunan, kulit kayu, atau kulit binatang untuk melindungi badannya dari kedinginan, kehujanan, tusukan duri, dan gigitan serangga, selama itu pula tanah bukan sesuatu yang perlu diperhatikan.<span id="more-414"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kelahiran pengetahuan tentang tanah masih harus menunggu waktu lama sampai manusia menjinakkan (<em>domesticate</em>) hewan menjadi ternak dan tumbuhan menjadi tanaman. Mulailah manusia merasa perlu memperhatikan tanah. Keperhatian (<em>concern</em>) manusia yang menempati kawasan beriklim kering tertuju kepada pencarian padang rumput yang subur untuk menggembalakan ternak, dan yang menempati kawasan beriklim basah keperhatiannya tertuju kepada pemilihan tanah hutan yang baik untuk dibuka dan bercocok tanam. Manusia masih bergantung pada alam untuk memulihkan kesuburan perumputan atau kesuburan tanah hutan. Oleh karena pemulihan ini memerlukan waktu lama, manusia hidup sebagai peternak nomad atau petani peladang (<em>swidden cultivators</em>). Penduduk kawasan tropika basah di Afrika, Asia dan Amerika Selatan memahirkan diri dalam berladang.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses pengumpulan dan penghimpunan pengalaman mulai berjalan dan makin melaju setelah manusia hidup menetap. Diperlukan pengalaman dan pengetahuan yang lebih banyak dan andal untuk dapat memilih padang rumput atau tanah yang dapat digunakan secara tetap. Lembah-lembah sungai menjadi pilihan pertama untuk mendirikan permukiman dan mengusahakan pertanian secara menetap. Tanah lembah sungai disuburkan kembali secara berkala oleh lumpur banjir. Meskipun pemeliharaan kesuburan tanah masih digantungkan pada alam, akan tetapi oleh karena prosesnya berjalan hanya berselang musim dan tidak berjangka waktu tahunan seperti pada kawasan perladangan, manusia dapat menerapkan sistem pertanian menetap di lembah-lembah sungai. Bermukim sepanjang sungai juga mempertimbangkan kemudahan perhubungan dan perdagangan. Mereka yang kurang beruntung dengan alamnya, penyuburan tanah harus mereka usahakan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang Mesir Kuno memanfaatkan kedermawanan Bengawan Nil dengan menetap di sepanjang lembahnya. Orang-orang Babilonia yang mengusahakan lembah Sungai Eufrat dan Tigris yang beriklim kering mengembangkan teknik irigasi yang hebat. Akan tetapi teknologi irigasi waktu itu belum terdukung oleh pengetahuan tanah yang memadai. Maka akhimya tanah-tanah beririgasi di lembah Sungai Eufrat dan Tigris menjadi rusak karena salinisasi. Larutan garam di dalam air sungai mengendap dalam tanah karena evaporasi kuat di kawasan beriklim kering. Orang-orang Romawi, Yunani dan Cina mengembangkan kemahiran memupuk tanah dengan abu, sisa tanaman atau kotoran ternak. Orang Cina pada 4000 tahun yang lalu telah menerapkan semacam klasifikasi produktivitas tanah, a.l. untukdasar penetapan pajak bumi (Bennett, 1939; Joffe, 1949; Russell, 1963).</p>
<p style="text-align:justify;">Pengetahuan akan ada kalau ada kebutuhan segera. Macam pengetahuan yang timbul, atau arah perkembangan suatu pengetahuan tertentu, tergantung pada lingkungan atau keadaan tempat yang menimbulkan kebutuhan akan pengetahuan itu. Pengumpulan pengetahuan berdasarkan pengalaman setempat dapat dikerjakan oleh orang awam. Akan tetapi menghimpun pengetahuan yang terpisah-pisah sehingga menjadi suatu sistem pengertian, atau menumbuhkan ilmu pengetahuan, hanya dapat dilaksanakan oleh para pakar atau ahli yang berminat. Oleh karena para cendekiawan sudah jauh lebih dulu menekuni ilmu-ilmu kealaman yang lain maka kemunculan ilmu tanah masih harus menunggu lama lagi sampai ada diversifikasi minat di kalangan para ahli pikir itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat tersebut akhimya tiba juga pada menjelang akhir abad ke-18. Tanah mendapatkan perhatian dari para cerdik pandai yang biasa berkecimpung dalam bidang kimia, fisiologi tumbuhan, bakteriologi dan geologi beserta bidang ikutannya petrografi dan mineralogi. Terbawa dari latar belakang disiplin ilmu masing-masing, mereka memperlakukan tanah sebagai suatu bahan. Orang geologi menganggap tanah sebagai bahan sisa pelapukan batuan. Mereka mengkaji tanah untuk menyidik kembali batuan asal mulanya menurut mineral dan sibir (fragment) batuan yang tersisa dalam bahan tanah. Orang ilmu kimia dan fisiologi tumbuhan memusatkan perhatian mereka pada unsur penyusunan tanah dan mengaitkannya dengan keharaan tanaman. Orang bakteriologi mementingkan unsur atau senyawa penyusun tanah yang dihasilkan oleh kegiatan biologi, khususnya oleh kegiatan jasad renik.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkat kemajuannya yang pesat dan berhasil, ilmu kimia untuk sementara waktu merajai pandangan ilmiah. Ilmu ini memiliki sarana penelitian ampuh berupa pemikiran dan kegiatan analitik. Sumbangan Boussingault di Perancis dan Liebig di Jerman kepada ilmu kimia pertanian dapat dicatat sebagai tonggak sejarah penting bagi perkembangan ilmu tanah. Terutama &#8220;teori mineral&#8221; dan &#8220;hukum minimum&#8221; Liebig yang diumumkannya pada tahun 1840 telah menghidupkan ilmu kesuburan tanah, suatu cabang ilmu tanah yang bertumbuh pesat dan menjadi cikal-bakal revolusi hijau yang terjadi pada abad ke-20. Dengan teori dan hukum tersebut Liebig sekaligus menumbangkan &#8220;teori humus&#8221; Thaer yang diajukan 30 tahun sebelumnya. Dapat dicatat bahwa ilmu kesuburan tanah modern menggabungkan teori humus dan teori mineral menjadi satu kesatuan dan menjabarkan ulang hukum minimum menjadi hukum neraca hara.</p>
<p style="text-align:justify;">Di bawah asuhan ilmu kimia, pengkajian tanah maju dengan pesat. Ilmu tanah berhutang budi kepada kimia atas sumbangannya berupa metode dan tatacara penelitian serta hukum dasar kimia yang diterapkan pada tanah selaku medium produksi pertanaman. Akan tetapi di balik keberuntungan ini terdapat kerugian yang tidak kecil. Pengaruh ilmu kimia yang begitu kuat telah menghambat perkembangan pengkajian tanah menjadi disiplin ilmu yang hakiki dan mandiri. Pengkajian tanah menjadi bawahan ilmu kimia. Dengan konsep kimiawi tanah hanya dapat dipandang sebagai bahan dan tidak dapat dilihat tanah sebagai suatu tubuh alam yang khas. Geologi juga memberikan saham pada kekeliruan konsep ini. Pada waktu menekuni tanah sebagai limbah batuan, seorang pakar geologi tidak mempedulikan hubungan tanah dengan lingkungannya. Tanah dianggapnya hanya berkaitan langsung dengan batuan yang telah dan sedang mengalami pelapukan, dan tidak ada faktor lain di luar batuan dan pelapukan yang ikut serta menghadirkan tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Fisika juga memberikan sumbangan yang sangat berarti kepada kemajuan pengkajian tanah. Berbagai sifat fisik dan mekanik tanah yang penting dapat di diungkapkan dengan teori dan hukum fisika. Akan tetapi sebagaimana ilmu kimia, fisika juga memandang tanah semata-mata sebagai bahan dan bukan sebagai tubuh</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tahu sekarang bahwa pengkajian dan penyelesaian persoalan tanah tidak semudah dugaan orang sampai akhir abad ke-l9. Membawa cuplikan (sample) tanah ke laboratorium untuk dianalisis sifat-sifat kimia, fisik, mineralogi dan/atau biologinya belum dapat memecahkan persoalan. Demikian pula halnya membawa tanah ke rumah kaca untuk percobaan pot.</p>
<p style="text-align:justify;">Tonggak sejarah penting berikutnya bagi perkembangan pengkajian tanah datang pada pergantian abad ke-19 ke abad ke-20. Tonggak yang satu dipancangkan di Rusia oleh Dokuchaev dan murid-muridnya pada tahun 1883, dan tonggak yang lain dipancangkan di Amerika Serikat oleh Hilgard pada tahun 1877. Dokuchaev berlatarbelakang pendidikan geologi dan mineralogi, sedang Hilgard di samping berpendidikan geologi juga kemudian menguasai zoologi, botani dan agronomi (Joffe, 1949). Oleh kepeloporan kedua sarjana ini pandangan tentang hakekat tanah berubah dari bahan menjadi tubuh. Konsep tanah sebagai tubuh alam merupakan pembaharuan total atas pandangan sebelumnya. Tanah bukan sekadar bahan kimiawi atau benda fisik yang ditemukan di lapangan, bukan semata-mata substrat yang menghidupkan dan menghidupi tumbuhan, bukan hanya dunia jasad renik yang kaya raya, dan bukan pula sekadar limbah batuan. Tanah adalah suatu kenyataan alam yang mandiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanah mempunyai asal-usul, diujudkan di bawah kuasa faktor lingkungan tertentu melalui berbagai proses khas dan rumit, serta terdistribusikan di muka daratan dengan pola yang dapat ditakrifkan (<em>distributed with definable patterns</em>). Tanah merupakan suatu sistem terbuka menurut peredaran bahan dan energi. Kemaujudannya bertumpu pada daya tanggap tubuh tanah terhadap kakas (forces) yang bertanggung jawab atas pembentukan tanah. Kesudahan tanggapan ini terekam pada morfologi tubuh tanah (profil tanah) yang terbentuk oleh berbagai proses alihrupa dan alihtempat intemal (<em>internal transformations and translocations</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada waktu dikuasai ilmu kimia, pengkajian tanah berkonsep statika. Buah penelitiannya adalah cuplikan tanah dari lapisan perakaran tanaman dan ruang kerjanya adalah laboratorium. Dengan konsep baru, ilmu tanah berurusan dengan dinamika tanah, berarti waktu menjadi faktor penting secara mutlak dalam menghadirkan sifat tanah. Tanah mernpakan perujudan suatu keseimbangan dinamik. Pada tahana tunak keseimbangan dinamik (<em>steady state of dynamic equilibrium</em>), anasir-anasir tanah berada dalam keselarasan timbal balik (<em>mutually adjustment</em>) dan tubuh tanah mencapai taraf matang. Kematangan ini bersifat nisbi. Apabila kelakuan faktor-faktor berubah maka proses penyelarasan timbal-balik antar anasir tanah berulang kembali menuju ke pencapaian keseimbangan dinamik baru. Dengan konsep baru ini buah telaah adalah keseluruhan tubuh tanah dan ruang kerjanya adalah lapangan tempat tubuh tanah itu berada. Cuplikan tanah dan laboratorium menjadi pelengkap penelitian untuk meningkatkan daya sidik dan daya ramal. Semua hasil penetapan laboratorium atas cuplikan tanah dikorelasikan satu dengan yang lain, baik secara vertikal untuk memperoleh rujukan tubuh maupun secara lateral untuk memperoleh rujukan bentangan. Dengan demikian tiap data tanah berada dalam suatu sistem informasi yang bermatra ruang. Dengan menginferensikan ciri-ciri tubuh tanah pada sejarah bentanglahan (<em>landscape</em>) tempat tubuh tanah berada, data tanah memperoleh pula matra waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berhasil melahirkan konsep khusus tentang hakekat tanah dan berhasil menguraikan hukum yang mengatur faktor pembentuk tanah, barulah pengetahuan tanah menjadi suatu disiplin ilmu yang benar-benar mandiri. Ilmu kealaman yang lain, seperti ilmu kimia, fisika, biologi dan geologi, bukan lagi &#8220;bapak angkat&#8221; ilmu tanah melainkan alat. Bahkan kini matematika dan statistika sudah menjadi alat penting sekali dan lazim digunakan oleh ilmu tanah, khususnya dalam pengacuan (<em>modelling</em>) reaksi yang berlangsung dalam tanah dan interpolasi batas bentangan jenis tanah di medan (<em>geostatistics</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmu tanah masih muda sekali, boleh dikatakan umurnya kini baru sekitar satu abad. Akan tetapi dengan memiliki konsep baru maka sejak awal abad ke-20 ilmu tanah mengalami kemajuan pesat sekali. Dengan kelincahan dan kemahiran luar biasa, ilmu tanah memanfaatkan setiap kemajuan dalam ilmu kealaman yang lain dan dalam teknik analisis untuk memperkaya pandangan dan mencanggihkan metode penelitiannya. Bahkan kenyataan sosial dan ekonomi secara begitu cerdik dapat diramukan ke dalam ilmu tanah, misalnya yang dikerjakan oleh Profesor Edelman almarhum dalam bukunya &#8220;Sociale en Economische Bodemkunde&#8221; (1949). Joffe (1949) mengatakan bahwa ilmu tanah berdiri di antara ilmu tentang benda hidup dan tak hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmu tanah memperoleh matra lebih luas setelah klasifikasi dan pemetaan tanah berkembang pesat. Berkat fakta dan bukti yang terkumpul banyak selama penjelajahan medan secara intensif di kawasan dunia yang luas, konsep tanah sebagai sistem alam kemudian memperoleh konteks baru sebagai sumberdaya alam. Dengan ini ilmu tanah tidak saja berada di antara alam biotik dan abiotik, akan tetapi merangkaikan kedua alam tadi, dan bahkan memperoleh gatra sosial dan ekonomi sangat nyata. Dengan klasifikasi dan pemetaan tanah segala informasi tentang tanah memperoleh makna &#8220;tempat&#8221; dan penyalurannya menjadi lebih efektif karena dapat mengikuti asas ekstrapolasi atau adaptasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini jelas berguna sekali bagi penaburan ilmu dan teknologi tanah. Kebutuhan akan pendirian himpunan ilmu tanah, penerbitan jurnal ilmu tanah, atau penyelenggaraan pertemuan ilmu tanah secara berkala, menjadi bukti nyata tentang kepentingan penyaluran informasi untuk mendorong perkembangan ilmu tanah lebih pesat lagi. Misalnya, pertemuan ilmu tanah yang pertama kali diadakan di Indonesia berlangsung pada tahun 1930 di Yogyakarta. Salah satu jurnal ilmu tanah tertua &#8220;Soil Science&#8221; yang sekarang menjadi medium penyiaran ilmu tanah yang disegani, mulai terbit pada tahun 1916. Soil Science Society of America berdiri pada tahun 1936. Sebagai catatan, Himpunan Ilmu Tanah Indonesia baru berdiri pada tahun 1961 dan itupun &#8220;hidup segan mati tak sudi&#8221;.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agrica.wordpress.com/category/ilmu-tanah/'>ilmu tanah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=414&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2010/02/13/sejarah-umum-ilmu-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Past and Future CO2 Atmospheric Concentrations</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2010/01/05/past-and-future-co2-atmospheric-concentrations/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2010/01/05/past-and-future-co2-atmospheric-concentrations/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 11:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Climate change – Most serious global environmental problem Pada abad ini, isu perubahan iklim (climate change) terus muncul dan menjadi pembicaraan serius.  Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=377&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Past and Future CO2 Concentrations" src="http://maps.grida.no/library/files/past_and_future_co2_concentrations.jpg" alt="" width="391" height="260" /></p>
<p><strong>Climate change – Most serious global environmental problem</strong></p>
<p>Pada abad ini, isu perubahan iklim <em>(climate change)</em><em> </em> terus muncul dan menjadi pembicaraan serius.  Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan.</p>
<p>Kegiatan manusia, terutama berupa pembakaran bahan bakar fosil dan aktifitas pertanian, menghasilkan emisi berupa gas rumah kaca yaitu CO<sub>2</sub>, CH<sub>4</sub>, N<sub>2</sub>O dan halokarbon (kelompok gas yang mengandung florine, klorin dan bromin). Gas-gas tersebut terakumulasi di atmosfer sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi seiring dengan perjalanan waktu. Peningkatan ini sangat kentara pada era industry.<span id="more-377"></span></p>
<p>Sejak jaman pra-industri , konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer telah tumbuh secara signifikan. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) telah bertambah sekitar 31%,  konsentrasi metana sekitar 150%, dan konsentrasi nitro sekitar 16% (Watson et al 2001). Tingkat konsentrasi karbon dioksida saat ini (sekitar 375 bagian per juta) merupakan yang tertinggi selama 420.000 tahun, dan mungkin tertinggi selama 20 juta tahun.</p>
<p><strong>Long Term Scenarios<br />
</strong></p>
<p>Skenario jangka panjang (melalui 2100) yang dikembangkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), yang meliputi berbagai karakteristik kemungkinan masa depan, perubahan proyek gas rumah kaca dan aerosol konsentrasi (berdasarkan perubahan diproyeksikan emisi) sebagai berikut :<img class="alignright" title="Long Term Scenarios" src="http://www.epa.gov/climatechange/science/images/fig2-long_term_scenarios.gif" alt="" width="300" height="555" /></p>
<ul>
<li>Konsentrasi karbon dioksida di atmosfer akan meningkat sepanjang abad ke-21 sesuai dengan semua skenario IPCC. Proyek skenario konsentrasi CO2 berkisar 535-983 bagian per juta (ppm) pada tahun 2100, yang 41-158 persen lebih tinggi daripada tingkat saat ini (IPCC, 2007).</li>
<li>Konsentrasi metana di atmosfer yang diproyeksikan berkisar antara 1,46 ppm to 3,39 ppm pada tahun 2100, atau sekitar 18 persen lebih rendah sampai 91 persen lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi (IPCC, 2007).</li>
<li>Konsentrasi Nitrous Oxide yang diproyeksikan akan menjadi 0,36-0,46 ppm pada 2100, nilai-nilai yang adalah 11 menjadi 45 persen lebih tinggi dari konsentrasi saat ini (IPCC, 2007).</li>
<li>Gas  Fluorinateds, seperti HFC, PFC dan SF6 (juga dikenal sebagai pemanasan global potensi tinggi gas), diperkirakan meningkat secara signifikan di sebagian karena beberapa gas ini merupakan barang substitusi untuk klorofluorokarbon, yang sedang bertahap melalui Protokol Montreal.</li>
<li>Konsentrasi Troposfer ozon diproyeksikan untuk meningkatkan 40-60% di bawah skenario emisi tinggi (IPCC, 2007). Untuk berbagai rendah, menengah dan skenario emisi tinggi, proyeksi berkisar dari 12% berkurang menjadi 62% peningkatan pada tahun 2100 (IPCC, 2001).</li>
</ul>
<br />Posted in lingkungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=377&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2010/01/05/past-and-future-co2-atmospheric-concentrations/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maps.grida.no/library/files/past_and_future_co2_concentrations.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Past and Future CO2 Concentrations</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.epa.gov/climatechange/science/images/fig2-long_term_scenarios.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Long Term Scenarios</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How to Save the Environment at Home</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2009/10/25/how-to-save-the-environment-at-home/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2009/10/25/how-to-save-the-environment-at-home/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 13:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[There are plenty of little steps that people can take at home to help save the environment. While the eco-footprint of each step is small, thousands of people doing the same thing can make a difference. In making some small changes to the way that you do things at home, you are gradually making a [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=372&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>There are plenty of little steps that people can take at home to help <a title="Help Save the Environment" href="http://www.wikihow.com/Help-Save-the-Environment">save the environment</a>. While the eco-footprint of each step is small, thousands of people doing the same thing can make a difference. In making some small changes to the way that you do things at home, you are gradually making a difference, even as an individual. You will kill costs and improve your health at the same time, so helping to <a title="Help Save the Environment" href="http://www.wikihow.com/Help-Save-the-Environment">save the environment</a> isn&#8217;t a totally altruistic exercise!</p>
<h3>Throughout the House</h3>
<ol>
<li><a title="Convince Your Family to Turn Off the Television" href="http://www.wikihow.com/Convince-Your-Family-to-Turn-Off-the-Television">Turn off appliances</a> when you are not using them. Up to 30% of power used by TV&#8217;s is used while they are turned off, so buy power strips and just flip the switch on the power strip, because they use far less energy while turned off.</li>
<li>Lower the <a title="Program a Lux Thermostat" href="http://www.wikihow.com/Program-a-Lux-Thermostat">thermostat</a> by a few degrees in winter. An extra layer or <a title="Sew a Blanket" href="http://www.wikihow.com/Sew-a-Blanket">blanket</a> will not only keep you cozy but will help to <a title="Lower Electricity Bills in the Summer" href="http://www.wikihow.com/Lower-Electricity-Bills-in-the-Summer">reduce your electricity bill</a> significantly.</li>
<li>Make sure that the <a title="Remodel a House" href="http://www.wikihow.com/Remodel-a-House">house</a> is fully insulated. Insulation keeps the heat and cool on the correct side of your living space. Consider not only the ceiling but also the walls and under the floors.</li>
<li>Use windows to regulate the temperature.</li>
<li>Install ceiling fans instead of air conditioning units to keep rooms comfortable in warm weather.</li>
<li>Fill the gaps. Gaps reduce energy efficiency in a home. By caulking gaps around windows and doors, you increase the ability of your house to retain heat and cool at the right times of year, allowing your heating and cooling systems to work less.</li>
<li>Switch to compound fluorescent lightbulbs. They last longer and consume one-quarter of the energy. Lately, LED lamps have started to pick up the pace too &#8212; they are up to ten times as effective as fluorescent, and totally blow incandescent bulbs off the charts.</li>
<li>Turn off the lights. Always turn off the lights when you are not using them. Rooms that are lit with nobody in them are wasteful.</li>
</ol>
<h3>In the <a title="Go Green in Your Kitchen" href="http://www.wikihow.com/Go-Green-in-Your-Kitchen">Kitchen</a></h3>
<ol>
<li><a title="Reuse Styrofoam" href="http://www.wikihow.com/Reuse-Styrofoam">Recycle</a>, <a title="Recycle Old Plastic Bags" href="http://www.wikihow.com/Recycle-Old-Plastic-Bags">recycle</a>, <a title="Recycle Cardboard with a Baler" href="http://www.wikihow.com/Recycle-Cardboard-with-a-Baler">recycle</a>. Some cities already require people to sort their <a title="Take out the Trash" href="http://www.wikihow.com/Take-out-the-Trash">trash</a> into <a title="Dispose of Paper" href="http://www.wikihow.com/Dispose-of-Paper">paper</a>, metals, glass, and organic waste. Even if your city doesn&#8217;t, you can launch a growing trend. Set up four separate waste baskets, and make sure the contents end up in the appropriate <a title="Recycle" href="http://www.wikihow.com/Recycle">recycle</a> bins.</li>
<li>Air dry your dishes. Stop the dishwasher before the dryer cycle commences. Leave the door slightly ajar (or more open if you have the space) and let the dishes air-dry. The drying cycle of the dishwasher consumes a lot of energy.</li>
<li><a title="Avoid Creating Trash" href="http://www.wikihow.com/Avoid-Creating-Trash">Avoid Creating Trash</a>. Avoid disposable products, such as plates, cups, napkins and cutlery. Use reusable towels and dishwashing cloths in place of paper towels and disposable dish sponges.<span id="more-372"></span></li>
<li>Update your refrigerator. Fridges are the most energy intensive appliance in a house. This means that a poorly maintained and energy inefficient fridge is costing you <strong>money</strong>, let alone adding its burden to the atmosphere. Recent fridges use 40% less energy than fridges of 10 years ago. If you do decide to upgrade the fridge, make sure that you buy for its excellent energy rating, longevity and durability and that you have the old fridge recycled.</li>
</ol>
<h3>In the Bathroom &amp; Laundry</h3>
<ol>
<li>Prefer showers over baths. Showers use less water. Don&#8217;t forget to install an efficient showerhead.</li>
<li>Use soaps and detergents that contain <strong>no</strong> phosphates. Use a mixture of water and vinegar to <a title="Wash Windows" href="http://www.wikihow.com/Wash-Windows">wash your windows</a>. <a title="Wash Your Clothes" href="http://www.wikihow.com/Wash-Your-Clothes">Wash clothes</a> in cold water to avoid consuming energy to <a title="Heat Water Using Solar Energy" href="http://www.wikihow.com/Heat-Water-Using-Solar-Energy">heat the water.</a> On sunny days, use a clothes line instead of a clothes dryer. Your clothes will smell fresher and the sun&#8217;s rays ensure that germs are successfully sizzled.</li>
<li>Install low-flush toilets in your home. These use 1.6 gallons per flush, instead of 3.5 gallons, cutting water consumption by more than half.</li>
<li>For the ladies out there, consider using cloth (as in, reusable) tampons and pads, or using a menstrual cup. It may seem gross, but it can&#8217;t be grosser than the thought of the amount of pads and tampons women use yearly piled up in a landfill, now can&#8217;t it?</li>
</ol>
<h3>In the Home Office</h3>
<ol>
<li>Use recycled paper in your home office and printer. Double side your printing and give scrap paper to the kids or turn it into note paper for the phone table.</li>
<li>Turn off the computer every day. Even if it feels like it is not making much of a difference, it is. You also reduce any risks of overheating or shortcircuiting by turning computers off overnight.</li>
</ol>
<h3>In the Garage</h3>
<ol>
<li>Leave the car at home. Let the car contribute less to the atmosphere by resting at home whenever possible. Walk to your local stores, take public transport to work and cycle to your friends&#8217; houses for dinner. Join a car pool and ferry others to work rather than driving in alone. You&#8217;ll make new friends and you&#8217;ll all share the costs.</li>
<li>Buy a fuel-efficient car if you are changing cars. Choose a compact car over an SUV. SUVs burn almost twice the amount of gas as a station wagon and yet can still carry around the same amount of passengers.</li>
<li>If you&#8217;re really serious about going all-out green, consider <a title="Live Without a Car" href="http://www.wikihow.com/Live-Without-a-Car">living without a car</a> &#8212; not only it&#8217;s green, but could also save you a lot of money!</li>
<li>Keep your bike well maintained. Take away at least one excuse that you cannot use your bike because it is in bad shape. Keep it in shape and then use it to keep yourself in shape.</li>
<li>Dispose of workshop items with care. Old paints, oils, pesticides etc. should not be tipped down the drain &#8211; the residues end up in our waterways. Dispose of these items through municipal disposal schemes or use the landfill option if there is no other choice.</li>
</ol>
<h3>In The Garden</h3>
<ol>
<li>Plant native species. They need less watering, are hardier (hence, less products needed to protect them) and they attract the local wildlife.</li>
<li>Plant trees. Trees absorb carbon dioxide and provide shade. They provide homes for wildlife and some trees can provide you with a bountiful harvest. What more incentive do you need?!</li>
<li>Reduce the lawn. Either reduce your lawn size or remove it altogether. Lawns are costly to maintain, the chemicals used on lawns are dangerous to our health and to that of the surrounding wildlife and lawnmowers emit high levels of pollution. Replace lawns with shrubs, ornamental garden structures, pavers for entertainment areas, native grasses and ground creepers etc. In addition, what&#8217;s better than being able to step outside and pick a few strawberries or an ear of corn? Increase your own resilience by converting wasted lawn space into a vegetable garden. Consider using drip-irrigation systems or constructing or purchasing a rain barrel (it saves you having to pay to pump water back into the ground).</li>
<li>Compost. Compost the kitchen scraps and create beautiful garden matter to encourage better plant growth. Make sure the heap is warm and well-turned. Read a few books about composting. It&#8217;s rare to find someone highly skilled in the area! Remember, soil is a living thing, it should not be powdery and dead. Life comes from the soil, and therefore the soil should be kept alive. Avoid highly invasive tilling if at all possible, but be sure to keep the soil aerated.</li>
</ol>
<p><strong>Source   : </strong><a href="http://www.wikihow.com/Save-the-Environment-at-Home">http://www.wikihow.com/</a></p>
<br />Posted in lingkungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=372&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2009/10/25/how-to-save-the-environment-at-home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Global Warming Hoax</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2009/10/13/global-warming-hoax/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2009/10/13/global-warming-hoax/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[wow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan G-20 baru saja usai. Pemanasan global adalah salah satu topik utama yang dibicarakan. Para pemimpin dunia menyerukan dunia bersatu untuk melawan pemanasan global yang diperkirakan akan membawa bumi pada suhu mematikan di tahun 2100. Kita bisa melihat usaha pemimpin negara G-20 melawan pemanasan global menjadi headline di berbagai media utama di dunia. Namun entah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=369&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertemuan G-20 baru saja usai. Pemanasan global adalah salah satu topik utama yang dibicarakan. Para pemimpin dunia menyerukan dunia bersatu untuk melawan pemanasan global yang diperkirakan akan membawa bumi pada suhu mematikan di tahun 2100. Kita bisa melihat usaha pemimpin negara G-20 melawan pemanasan global menjadi headline di berbagai media utama di dunia. Namun entah kenapa hampir tidak ada media massa yang meliput pidato Prof. Mojib Latif pada konferensi PBB mengenai iklim bumi di Jenewa pada awal September 2009 kemarin.</p>
<p>Beberapa waktu sebelumnya, saya pernah menulis mengenai Teori konspirasi Pemanasan Global. Dalam tulisan itu saya menceritakan bahwa pandangan Al Gore mengenai pemanasan global yang diterima oleh banyak orang ternyata mendapat tentangan dari banyak ilmuwan. Salah satu penyebabnya adalah adanya data penelitian yang menunjukkan bahwa bumi tidak mengalami pemanasan global dalam dekade ini. Nah kali ini, Al Gore dan pendukungnya kembali mendapat tamparan, bukan dari lawan politiknya, melainkan dari salah seorang ilmuwan yang pro dengannya.</p>
<p>Umumnya jika seorang ilmuwan mengubah pandangan ilmiahnya dengan drastis, maka media massa akan meliputnya secara besar-besaran. Namun tidak kali ini. Pidato Prof. Mojib Latif hampir lolos dari perhatian dunia.</p>
<p>Prof. Latif adalah seorang ilmuwan dari Leibniz Institute of Marine Sciences di Jerman. Ia adalah seorang pendukung utama teori yang mengatakan bahwa emisi rumah kaca yang dihasilkan manusia telah menyebabkan peningkatan suhu global di bumi. Ia turut serta dalam menciptakan model iklim yang menjadi patokan bagi banyak peneliti di dunia. Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan dalam studi mengenai iklim dan ia adalah seorang peneliti utama di IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), sebuah badan milik PBB yang pada tahun 2007 menerima nobel perdamaian bersama Al Gore.<span id="more-369"></span></p>
<p>Jadi, kita sedang berbicara dengan seorang pakar dan pemimpin utama dalam gerakan global warming-nya Al Gore.</p>
<p>Nah, kejutannya datang tanpa disangka. Pada konferensi itu yang sering membahas apa yang disebut &#8220;Scientific Consensus&#8221; mengenai Pemanasan Global yang diakibatkan perbuatan manusia, Latif mengakui bahwa Bumi ini ternyata tidak mengalami pemanasan selama hampir satu dekade. Menurutnya, sepertinya kita akan memasuki masa &#8220;Satu atau dua dekade dimana suhu bumi akan mendingin&#8221;.</p>
<p>Teori pemanasan global Al Gore menyebutkan bahwa samudera Atlantik dan Pasifik akan menyerap suhu panas yang terkurung di bumi yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia. Penyerapan ini akan menyebabkan atmosfer dan daratan menjadi panas.</p>
<p>Namun, Prof Latif menyatakan dengan jelas bahwa Atlantik utara malah menjadi dingin. Dan mungkin akan terus mendingin hingga 20 tahun yang akan datang. Ini jelas bertentangan dengan pandangannya sebelumnya yang menyatakan bahwa bumi akan memasuki suhu mematikan pada tahun 2100.</p>
<p>Pernyataan Prof. Latif sebenarnya juga telah diteguhkan oleh dua tim ilmuwan dari Jerman dan Amerika. menurut mereka pemanasan global saat ini sedang terhenti, namun akan berlanjut lagi suatu saat.</p>
<p>Ini membingungkan ! jika mereka gagal memprediksi terhentinya pemanasan global, bagaimana mereka bisa memprediksi bahwa pemanasan global akan berlanjut lagi ?</p>
<p>Para ilmuwan pro Al Gore telah menganalisa perilaku manusia dalam menghasilkan level karbondioksida untuk memprediksi arah peningkatan suhu bumi. Jika prediksi mereka salah, bukankah itu berarti bahwa mungkin pemanasan global memang bukan diakibatkan oleh manusia ?</p>
<p>Prof. latif adalah ilmuwan terbaru yang bergabung dengan banyak ilmuwan lain yang meragukan adanya pemanasan global yang diakibatkan oleh manusia. Sebelumnya Senator Amerika James Inhofe dari partai Republik yang merupakan &#8220;Godfather&#8221; dari penentang teori pemanasan global versi Al Gore telah merilis daftar 400 ilmuwan terkemuka yang menentang teori Al Gore. Inhofe adalah salah seorang yang paling gigih untuk menyeimbangkan perdebatan mengenai pemanasan global yang selama ini didominasi Al Gore yang didukung oleh politisi dan media liberal.</p>
<p>Dua astronot terkemuka yaitu Edwin Aldrin (manusia ke-2 yang berjalan di bulan) dan Harrison Schmitt (manusia ke-12 yang berjalan di bulan), juga pernah menyatakan bahwa mereka tidak percaya pemanasan global disebabkan oleh manusia.</p>
<p>Menurut para ilmuwan penentang Al Gore, Pemanasan global memang pernah terjadi, namun itu disebabkan oleh alam dan tidak bisa diprediksi. Walaupun Al Gore mendapat dukungan luas dari para politisi dan media, namun Kelihatannya momentum mulai bergeser menjauh darinya. Data tidak bisa berbohong kan ?</p>
<p>Pada pertemuan G-20 kemarin, seluruh negara anggota sepakat untuk mencabut subsidi BBM dengan tujuan melawan pemanasan global. Logika mereka, bila harga BBM menjadi mahal, maka para penduduk akan berpikir dua kali untuk membeli mobil atau menggunakan BBM dengan berlebihan, dengan begitu maka pemakaian BBM dunia akan merosot yang akan menyebabkan emisi gas karbon dunia juga akan berkurang.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
tambahan:<br />
bagi yg tidak percaya hoax nya global warming silakan kunjungi situs ini:<br />
<a href="http://www.globalwarminghoax.com/">http://www.globalwarminghoax.com</a></p>
<p>Sumber   :  <a href="http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=46863">Forum IDWS</a></p>
<br />Posted in iseng, lingkungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=369&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2009/10/13/global-warming-hoax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinking hole (luweng), fenomena tanah ambles..</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2009/04/30/sinking-hole-luweng-fenomena-tanah-ambles/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2009/04/30/sinking-hole-luweng-fenomena-tanah-ambles/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 05:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu tanah]]></category>
		<category><![CDATA[wow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Tanah amblas dalam bahasa geologinya sering disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini sering terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping. Menakutkan yak&#8230;gimana kalo pas berdiri diatas permukaan tanah tiba2 BLUNG!!! tanahnya ambes masuk di telan bumi&#8230; ..Biasanya tanah amblas tidak terjadi seketika&#8230;ada tanda2 kalo tanah akan amblas..eit, tunggu dulu fenomena sinkhole dapat juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=364&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanah amblas dalam bahasa geologinya sering disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini sering terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping. Menakutkan yak&#8230;gimana kalo pas berdiri diatas permukaan tanah tiba2 BLUNG!!! tanahnya ambes masuk di telan bumi&#8230; ..Biasanya tanah amblas tidak terjadi seketika&#8230;ada tanda2 kalo tanah akan amblas..eit, tunggu dulu fenomena sinkhole dapat juga terjadi dalam waktu sekejab.. (ini yang ditakutin) bakal lenyap ditelen bumi..</p>
<p>1. Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya” adalah batugamping.</p>
<p>2. Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan.</p>
<p>3. Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan), pintu susah ditutup karena mleyot-mleyot.<span id="more-364"></span></p>
<p>proses1:</p>
<p>1. Pada awalnya ada sebuah retakan yang membentuk lubang akibat masuknya air. Daerah ini biasanya terjadi pada daerah yg tersusun oleh batu gamping</p>
<p>2. Karena adanya aliran bawah tanah, maka akan muncul rongga karena bagian bawah terjadi erosi oleh aliran sungai bawah tanah.</p>
<p>3-4-5-6 Proses ini berlangsung terus menerus dengan kikisan serta jatuhan dari batuan diatasnya. Hingga akhirnya bolongan ini membentuk ruang cukup lebar dan “jembatan” dibagian atas tidak kuat menahan dan</p>
<p>proses2:</p>
<p>7. BLUNG !!! Lubang ini tidak seluruhnya memenuhi hingga dasar terbawah, karena volume yang mengisi batuan atas tidak seluruhnya hilang.</p>
<p>Contohnya fenomena sinkhole di Guatemala yang dalemnya mencapai 100 meter&#8230;</p>
<p><img src="http://www.ordena.com/digg/fronthole.jpg" alt="a" /></p>
<p><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1558863">lubang lainnya</a></p>
<p>Sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1555937</p>
<br />Posted in lingkungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=364&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2009/04/30/sinking-hole-luweng-fenomena-tanah-ambles/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ordena.com/digg/fronthole.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Global Warming bagi Bumi</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2009/02/22/351/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2009/02/22/351/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 09:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[lingkunan]]></category>
		<category><![CDATA[wow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/2009/02/22/351/</guid>
		<description><![CDATA[Fakta #1: Mencairnya es di kutub utara &#38; selatan Pemanasan Global berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah kutub utara dan kutub selatan. Es di Greenland yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya! Mencairnya es [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=351&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Fakta #1: Mencairnya es di kutub utara &amp; selatan</strong><br />
<strong>Pemanasan Global</strong></p>
<p>berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah kutub utara dan kutub selatan. Es di <strong>Greenland</strong> yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di <strong>Artik </strong>pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya!</p>
<p>Mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100. Tetapi data es tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya.</p>
<p>Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka ikutkan dalam model prediksi yang ada. Dengan menggunakan data es terbaru, serta model prediksi yang lebih akurat, Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim <a title="NASA" href="http://www.nasa.gov/" target="_blank"><strong>NASA</strong></a> membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan:</p>
<p><strong>HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS 2012!</strong></p>
<p><img title="pemanasan-global-1" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-1.jpg" alt="" width="170" height="367" /></p>
<p>Baru-baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di <strong>Antartika</strong> runtuh.<span id="more-351"></span></p>
<p>Menurut peneliti, bongkahan es berbentuk lempengan yang sangat besar itu mengambang permanen di sekitar 1.609 kilometer selatan Amerika Selatan, barat daya Semenanjung Antartika. Padahal, diyakini bongkahan es itu berada di sana sejak 1.500 tahun lalu. “Ini akibat pemanasan global,” ujar ketua peneliti <strong><a title="NSIDC" href="http://nsidc.org/" target="_blank">NSIDC</a> </strong>Ted Scambos. Menurutnya, lempengan es yang disebut <strong>Wilkins Ice Shelf</strong> itu sangat jarang runtuh.</p>
<p>Sekarang, setelah adanya perpecahan itu, bongkahan es yang tersisa tinggal 1.950 kilometer persegi, ditambah 5,6 kilometer potongan es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau. “Sedikit lagi, bongkahan es terakhir ini bisa turut amblas. Dan, separo total area es bakal hilang dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Scambos.</p>
<p>“Beberapa kejadian akhir-akhir ini merupakan titik yang memicu dalam perubahan sistem,” ujar Sarah Das, peneliti dari Institut Kelautan Wood Hole. Perubahan di Antartika sangat kompleks dan lebih terisolasi dari seluruh bagian dunia.</p>
<p>Antartika di Kutub Selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan. Benua ini jauh lebih dingin daripada Artik, sehingga lapisan es di sana sangat jarang meleleh, bahkan ada lapisan yang tidak pernah mencair dalam sejarah. Temperatur rata-ratanya minus 49 derajat Celsius, tapi pernah mencapai hampir minus 90 derajat celsius pada Juli 1983. Tak heran jika fenomena mencairnya es di benua yang mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia itu mendapat perhatian serius peneliti.</p>
<p><img title="pemanasan-global-2" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-2.jpg" alt="" width="490" height="441" /></p>
<p>Urutan gambar satelit proses keruntuhan Wilkins Ice Shelf. Gambar besar di sebelah kiri diambil pada tanggal 6 Maret 2008. NSIDC mengambil gambar-gambar ini melalui satelit <strong>Aqua</strong> dan <strong>Terra</strong> milik NASA.</p>
<p><strong>Fakta #2: Meningkatnya level permukaan laut.</strong><br />
<img title="pemanasan-global-3" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-3.jpg" alt="" width="278" height="182" /></p>
<p>Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan berdampak langsung pada naiknya level permukaan air laut (grafik di samping menunjukkan hasil pengukuran level permukaan air laut selama beberapa tahun terakhir). Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair. Level permukaan laut akan naik sampai dengan 7 meter! Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Fakta #3: Perubahan Iklim/cuaca yang semakin ekstrim</strong><br />
NASA menyatakan bahwa pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat, tetapi kekeringan di tempat lain. Topan dan badai tropis baru akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat.</p>
<p><img title="pemanasan-global-4" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-4.jpg" alt="" width="297" height="209" /></p>
<p>Tanpa diperkuat oleh pernyataan NASA di atas-pun Anda sudah dapat melihat efeknya pada lingkungan di sekitar kita. Anda tentu menyadari betapa panasnya suhu disekitar Anda belakangan ini. Anda juga dapat melihat betapa tidak dapat di prediksinya kedatangan musim hujan ataupun kemarau yang mengakibatkan kerugian bagi petani karena musim tanam yang seharusnya dilakukan pada musim kemarau ternyata malah hujan. Anda juga dapat mencermati kasus-kasus badai ekstrim yang belum pernah melanda wilayah-wilayah tertentu di Indonesia. Tahun-tahun belakangan ini kita semakin sering dilanda badai-badai yang mengganggu jalannya pelayaran dan pengangkutan baik via laut maupun udara.</p>
<p><img title="pemanasan-global-5" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-5.jpg" alt="" width="279" height="209" /></p>
<p>Bila fenomena dalam negeri masih belum cukup bagi Anda, Anda juga dapat mencermati berita-berita internasional mengenai bencana alam. Badai topan di Jepang dan Amerika Serikat terus memecahkan rekor baru dari tahun ke tahun. Anda dapat mencermati informasi-informasi ini melalui media masa maupun internet. Tidak ada satu benua pun di dunia ini yang luput dari perubahan iklim yang ekstrim ini.</p>
<p><strong>Fakta #4: Gelombang Panas menjadi Semakin Ganas</strong><br />
Pemanasan Global mengakibatkan gelombang panas menjadi semakin sering terjadi dan semakin kuat. Tahun 2007 adalah tahun pemecahan rekor baru untuk suhu yang dicapai oleh gelombang panas yang biasa melanda Amerika Serikat.</p>
<p>Daerah St. George, Utah memegang rekor tertinggi dengan suhu tertinggi mencapai 48° Celcius! (Sebagai perbandingan, Anda dapat membayangkan suhu kota Surabaya yang terkenal panas ‘hanya’ berkisar di antara 30°-37° Celcius). Suhu di St. George disusul oleh Las Vegas dan Nevada yang mencapai 47° Celcius, serta beberapa kota lain di Amerika Serikat yang rata-rata suhunya di atas 40° Celcius. Daerah Death Valley di California malah sempat mencatat suhu 53° Celcius!.</p>
<p><img title="pemanasan-global-6" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-6.jpg" alt="" width="290" height="200" /></p>
<p>Serangan gelombang panas kali ini bahkan memaksa pemerintah di beberapa negara bagian untuk mendeklarasikan status darurat siaga 1. Serangan tahun itu memakan beberapa korban meninggal (karena kepanasan), mematikan ratusan ikan air tawar, merusak hasil pertanian, memicu kebakaran hutan yang hebat, serta membunuh hewan-hewan ternak.</p>
<p>Pada tahun 2003, daerah Eropa Selatan juga pernah mendapat serangan gelombang panas hebat yang mengakibatkan tidak kurang dari 35.000 orang meninggal dunia dengan korban terbanyak dari Perancis (14.802 jiwa). Perancis merupakan negara dengan korban jiwa terbanyak karena tidak siapnya penduduk dan pemerintah setempat atas fenomena gelombang panas sebesar itu. Korban jiwa lainnya tersebar mulai dari Inggris, Italia, Portugal, Spanyol, dan negara-negara Eropa lainnya. Gelombang panas ini juga menyebabkan kekeringan parah dan kegagalan panen merata di daerah Eropa.</p>
<p><img title="pemanasan-global-7" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-7.jpg" alt="" width="289" height="202" /></p>
<p>Mungkin kita tidak mengalami gelombang-gelombang panas maha dahsyat seperti yang dialami oleh Eropa dan Amerika Serikat, tetapi melalui pengamatan dan dari apa yang Anda rasakan sehari-harinya. Anda dapat juga merasakan betapa panasnya suhu di sekitar Anda. Cobalah perhatikan seberapa sering Anda mendengar ataupun mungkin mengucapkan sendiri kata-kata seperti: “Panas banget ya hari ini!”</p>
<p>Apabila Anda kebetulan bekerja di dalam ruangan ber-AC dari pagi hingga siang hari sehingga Anda tidak sempat merasakan panasnya suhu belakangan ini, Anda dapat menanyakannya kepada teman-teman ataupun orang disekitar Anda yang kebetulan bekerja di luar ruang. Orang-orang yang sehari-harinya bekerja dengan menggunakan kendaraan terbuka di siang hari bolong (misalnya sales dengan sepeda motor) mungkin dapat menceritakan dengan lebih jelas beta-pa panasnya sinar matahari yang menyengat punggung mereka.</p>
<p><strong>Fakta #5: Habisnya Gletser-Sumber Air Bersih Dunia</strong><br />
<img title="pemanasan-global-8" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-8.jpg" alt="" width="431" height="264" /></p>
<p>Mencairnya gletser-gletser dunia mengancam ketersediaan air bersih, dan pada jangka panjang akan turut menyumbang peningkatan level air laut dunia. Dan sayangnya itulah yang terjadi saat ini. Gletser-gletser dunia saat ini mencair hingga titik yang mengkhawatirkan!.</p>
<p><img title="pemanasan-global-9" src="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-9.jpg" alt="" width="431" height="227" /></p>
<p>NASA mencatat bahwa sejak tahun 1960 hingga 2005 saja, jumlah gletser-gletser di berbagai belahan dunia yang hilang tidak kurang dari 8.000 meter kubik! Para ilmuwan NASA kini telah menyadari bahwa cairnya gletser, cairnya es di kedua kutub bumi, meningkatnya temperatur bumi secara global, hingga meningkatnya level air laut merupakan bukti-bukti bahwa planet bumi sedang terus memanas. Dan dipastikan bahwa umat manusialah yang bertanggung jawab untuk hal ini.</p>
<p>http://www.sejutablog.com/pemanasan-global-ancaman-terbesar-planet-bumi/</p>
<br />Posted in iseng, lingkungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=351&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2009/02/22/351/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://main.man3malang.com/images/hot/09_02_pemanasan-global-9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemanasan-global-9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konservasi dan Pengelolaan Sungai</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2009/01/15/konservasi-dan-pengelolaan-sungai/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2009/01/15/konservasi-dan-pengelolaan-sungai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 12:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu tanah]]></category>
		<category><![CDATA[agrohidrologi]]></category>
		<category><![CDATA[air tanah]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Lapisan air menduduki 2/3 dari luas keseluruhan bumi kita ini, sedangkan sisanya berupa daratan. Pada dasarnya jumlah air yang terdapat di bumi kita tidak pernah habis, dan air mengalami daur (siklus) yang tiada henti-hentinya berlangsung secara periodik yang siklusnya dipengaruhi oleh sinar matahari, angin, tanaman, pegunungan dll. Indeks ketersediaan air semakin menurun seiring dengan pertambahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=329&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lapisan air menduduki 2/3 dari luas keseluruhan bumi kita ini, sedangkan sisanya berupa daratan. Pada dasarnya jumlah air yang terdapat di bumi kita tidak pernah habis, dan air mengalami daur (siklus) yang tiada henti-hentinya berlangsung secara periodik yang siklusnya dipengaruhi oleh sinar matahari, angin, tanaman, pegunungan dll.</p>
<p>Indeks ketersediaan air semakin menurun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, salah satu tandanya yaitu defisitnya DAS. Mengingat hal tersebut maka perlu dilakukan peningkatan ketersediaan air. Salah satu solusinya yaitu mengambil langkah-langkah pengembangan teknologi, penyediaan air, pelestarian sumber daya air dan meningkatkan konservasi air dan pengelolaan sungai.</p>
<p><strong>1. Konservasi daerah pengaliran sungai </strong></p>
<p>Konservasi ini dilakukan karena maraknya eksploitasi sumberdaya alam tanah, hutan, dan air. Dampaknya akan mengubah tata air seperti banjir, kekeringan, serta meningkatnya laju erosi dan sedimentasi. Teknologi yang dilakukan dalam konservasi ini yaitu metode Vegetatif dan metode Teknik Sipil.</p>
<p><strong>Metode vegetatif </strong>yaitu menggunakan tanaman untuk mengurangi daya perusak hujan yang jatuh, sehingga mengurangi aliran permukaan dan erosi. Yang termasuk dalam metode ini yaitu reboisasi yaitu penanaman pohon di kawasan hutan dan luar hutang dengan menggunakan tanaman tahunan</p>
<p><strong>Metode sipil </strong>yaitu pembuatan bangunan sipil untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi, dan meningkatkan kegunaan tanah, serta memperbesar infiltrasi air kedalam tanah. Yang termasuk dalam metode ini yaitu : bendungan pengendali, waduk, tanggul, teras, pembuatan irigasi pada daerah pertanian, guludan, dll.<span id="more-329"></span></p>
<p><strong>2. Teknologi pengendalian banjir</strong></p>
<p>Banjir yang terjadi secara rutin setiap tahun merusak dataran daerah sekitar sungai, yaitu kapasitas sungai sangat menurun akibat adanya sedimentasi di dasar sungai. Untuk menanggulangi banjir maka upaya yang perlu ditingkatkan antara lain :</p>
<p>• Meningkatkan fungsi waduk</p>
<p>• Meningkatkan kapasitas sungai dengan kanalisasi antar sungai</p>
<p>• Memperbaiki kondisi muara sekaligus menggali potensinya.</p>
<p>• Mengendalikan aliran sungai hilir</p>
<p>• Pemeliharaan tanggul</p>
<p><strong>3. Teknologi penangulangan kerusakan sungai</strong></p>
<p>Bahan galian golongan C, yaitu pasir, kerikil, batu bongkah, batu pecah, tras, kapur dan tanah merupakan bahan bangunan yang sangat vital dalam pembangunan prasarana fisik dalam peyiapan lahan maupun bangunan. Mengingat pasir yang baik untuk konstruksi dalah pasir sungai, maka beberapa sungai disekitar daerah yang sedang membangun sarana fisik banyak menderita kerusakan. Badan sungai yang rusak karena proses degradasi akibat penggalian pasir tersebut memerlukan beberapa upaya pengendalian yaitu :</p>
<p>• Penyusunan pedoman teknis penambangan golongan C pada sungai</p>
<p>• Penyusunan peta pada bagian atau ruas sungai yang dapat atau boleh ditambang dengan persyaratannya.</p>
<p>• Pengembangan aplikasi bottom controller untuk bangunan air dan bangunan bawah jembatan.</p>
<p><strong>4. Teknologi konservasi air tanah</strong></p>
<p>Salah satu tekniknya yaitu :</p>
<p>Recharge air tanah dengan cara penampungan dan peresapan air hujan pada perumahan sehingga selain mengubah air tanah juga mencegah banjir local. Teknologi waduk recharge yang dapat menyerap air hujan dan air permukaan untuk imbuhan air tanah. Selain upaya konservasi ketersediaan air tanah, diperlukan pula konservasi kualitanya karena bukti pada beberapa daerah urban dan industri terjadi pencemaran air tanah.</p>
<br />Posted in ilmu tanah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=329&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2009/01/15/konservasi-dan-pengelolaan-sungai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aluminium (Al)</title>
		<link>http://agrica.wordpress.com/2009/01/14/aluminium-al/</link>
		<comments>http://agrica.wordpress.com/2009/01/14/aluminium-al/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 10:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>J-K</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu tanah]]></category>
		<category><![CDATA[hara]]></category>
		<category><![CDATA[unsur hara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agrica.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Aluminium oksida adalah sebuah senyawa kimia dari aluminium dan oksigen, dengan rumus kimia Al2O3. Nama mineralnya adalah alumina, dan dalam bidang pertambangan, keramik dan teknik material senyawa ini lebih banyak disebut dengan nama alumina. Sifat-sifat Aluminium oksida adalah insulator (penghambat) panas dan listrik yang baik. Umumnya Al2O3 terdapat dalam bentuk kristalin yang disebut corundum atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=323&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aluminium oksida adalah sebuah <a title="Senyawa kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_kimia">senyawa kimia</a> dari <a title="Aluminium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aluminium">aluminium</a> dan <a title="Oksigen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen">oksigen</a>, dengan rumus kimia <a title="Aluminium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aluminium">Al</a><sub>2</sub><a title="Oksigen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen">O</a><sub>3</sub>. Nama <a title="Mineral" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mineral">mineralnya</a> adalah alumina, dan dalam bidang <a title="Pertambangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertambangan">pertambangan</a>, <a title="Keramik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keramik">keramik</a> dan <span style="text-decoration:underline;"><a title="Teknik material" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_material">teknik material</a></span> senyawa ini lebih banyak disebut dengan nama alumina.</p>
<h2><a name="Sifat-sifat"></a>Sifat-sifat</h2>
<p>Aluminium oksida adalah <a title="Insulator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Insulator">insulator</a> (penghambat) <a title="Kalor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalor">panas</a> dan <a title="Listrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Listrik">listrik</a> yang baik. Umumnya Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> terdapat dalam bentuk <a title="Kristal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristal">kristalin</a> yang disebut <a title="Corundum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Corundum">corundum</a> atau α-aluminum oksida. Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> dipakai sebagai bahan <a title="Abrasif (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abrasif&amp;action=editredlink">abrasif</a> dan sebagai komponen dalam <a title="Alat pemotong (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat_pemotong&amp;action=editredlink">alat pemotong</a>, karena sifat kekerasannya.</p>
<p>Aluminium oksida berperan penting dalam ketahanan logam aluminium terhadap <a title="Korosi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korosi">perkaratan</a> dengan udara. Logam aluminium sebenarnya amat mudah <a title="Reaksi kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia">bereaksi</a> dengan oksigen di <a title="Udara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Udara">udara</a>. Aluminium bereaksi dengan oksigen membentuk aluminium oksida, yang terbentuk sebagai lapisan tipis yang dengan cepat menutupi permukaan aluminium. Lapisan ini melindungi logam aluminium dari oksidasi lebih lanjut. Ketebalan lapisan ini dapat ditingkatkan melalui proses <a title="Anodisasi (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anodisasi&amp;action=editredlink">anodisasi</a>. Beberapa <a title="Alloy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alloy">alloy</a> (paduan logam), seperti <a title="Perunggu aluminium (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perunggu_aluminium&amp;action=editredlink">perunggu aluminium</a>, memanfaatkan sifat ini dengan menambahkan aluminium pada alloy untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi.</p>
<p>Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> yang dihasilkan melalui anodisasi bersifat <a title="Amorf (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amorf&amp;action=editredlink">amorf</a>, namun beberapa proses oksidasi seperti <em><a title="Plasma electrolytic oxydation (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Plasma_electrolytic_oxydation&amp;action=editredlink">plasma electrolytic oxydation</a></em> menghasilkan sebagian besar Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> dalam bentuk kristalin, yang meningkatkan kekerasannya.<span id="more-323"></span></p>
<h2><a name="Proses_fabrikasi"></a></h2>
<h2>Proses fabrikasi</h2>
<p>Secara alami, aluminium oksida terdapat dalam bentuk kristal <em>corundum</em>. Batu mulia <a title="Rubi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rubi">rubi</a> dan <a title="Sapphire" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sapphire">sapphire</a> tersusun atas corundum dengan warna-warna khas yang disebabkan kadar <a title="Ketidakmurnian (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketidakmurnian&amp;action=editredlink">ketidakmurnian</a> dalam struktur corundum.</p>
<p>Aluminium oksida, atau alumina, merupakan komponen utama dalam <a title="Bauksit (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bauksit&amp;action=editredlink">bauksit</a> <a title="Bijih (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bijih&amp;action=editredlink">bijih</a> aluminium yang utama. Pabrik alumina terbesar di dunia adalah <a title="Alcoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alcoa">Alcoa</a>, <a title="Alcan (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alcan&amp;action=editredlink">Alcan</a>, dan <a title="Rusal (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rusal&amp;action=editredlink">Rusal</a>. Perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam produksi dari aluminium oksida dan <a title="Aluminium hidroksida (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium_hidroksida&amp;action=editredlink">aluminium hidroksida</a> misalnya adalah Alcan dan <a title="Almatis, Inc. (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Almatis%2C_Inc.&amp;action=editredlink">Almatis</a>. Bijih bauksit terdiri dari Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, and SiO<sub>2</sub> yang tidak murni. Campuran ini dimurnikan terlebih dahulu melalui <a title="Proses Bayer (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses_Bayer&amp;action=editredlink">Proses Bayer</a>:</p>
<p>Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3H<sub>2</sub>O + 2NaOH + panas → 2NaAl(OH)<sub>4</sub></p>
<p>Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub> tidak larut dalam basa yang dihasilkan, sehingga bisa dipisahkan melalui penyaringan. SiO<sub>2</sub> larut dalam bentuk <a title="Silikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Silikat">silikat</a> Si(OH)<sub>6</sub><sup>2-</sup>. Ketika cairan yang dihasilkan didinginkan, terjadi endapan Al(OH)<sub>3</sub>, sedangkan silikat masih larut dalam cairan tersebut. Al(OH)<sub>3</sub> yang dihasilkan kemudian dipanaskan</p>
<p>2Al(OH)<sub>3</sub> + panas → Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3H<sub>2</sub>O</p>
<p>Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> yang terbentuk adalah alumina.</p>
<p>Pada <a title="1961" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961">1961</a>, perusahaan <a title="General Electric" href="http://id.wikipedia.org/wiki/General_Electric">General Electric</a> mengembangkan <em><a title="Lucalox (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lucalox&amp;action=editredlink">Lucalox</a></em>, alumina transparan yang digunakan dalam <a title="Lampu natrium (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lampu_natrium&amp;action=editredlink">lampu natrium</a>. Pada <a title="Agustus 2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agustus_2006">Agustus 2006</a>, ilmuwan <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> yang bekerja untuk <a title="3M" href="http://id.wikipedia.org/wiki/3M">3M</a> berhasil mengembangkan teknik untuk membuat alloy dari aluminium oksida dan unsur-unsur <a title="Lantanida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lantanida">lantanida</a>, untuk memproduksi <a title="Kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaca">kaca</a> yang kuat, yang disebut <a title="Alumina transparan (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alumina_transparan&amp;action=editredlink">alumina transparan</a>.</p>
<h2><a name="Penggunaan"></a>Penggunaan</h2>
<p>Setiap tahunnya, 65 juta <a title="Ton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton">ton</a> alumina digunakan, lebih dari 90%-nya digunakan dalam produksi logam aluminium. Aluminium hidroksida digunakan dalam pembuatan bahan kimia pengelolaan air seperti <a title="Aluminium sulfat (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium_sulfat&amp;action=editredlink">aluminium sulfat</a>, <a title="Polialuminium klorida (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polialuminium_klorida&amp;action=editredlink">polialuminium klorida</a>, dan <a title="Natrium aluminat (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium_aluminat&amp;action=editredlink">natrium aluminat</a>. Berton-ton alumina juga digunakan dalam pembuatan <a title="Zeolit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zeolit">zeolit</a>, pelapisan <a title="Pigmen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pigmen">pigmen</a> <a title="Titania" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titania">titania</a> dan pemadam api.</p>
<p>Aluminium oksida memiliki kekerasan 9 dalam <a title="Skala Mohr (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala_Mohr&amp;action=editredlink">skala Mohr</a>. Hal ini menyebabkannya banyak digunakan sebagai abrasif untuk menggantikan <a title="Intan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intan">intan</a> yang jauh lebih mahal. Beberapa jenis <a title="Ampelas (not yet written)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ampelas&amp;action=editredlink">ampelas</a>, dan pembersih <a title="CD" href="http://id.wikipedia.org/wiki/CD">CD</a>/<a title="DVD" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DVD">DVD</a> juga menggunakan aluminium oksida.</p>
<br />Posted in ilmu tanah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agrica.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agrica.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agrica.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agrica.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agrica.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agrica.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agrica.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agrica.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agrica.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agrica.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agrica.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agrica.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agrica.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agrica.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agrica.wordpress.com&amp;blog=5913352&amp;post=323&amp;subd=agrica&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agrica.wordpress.com/2009/01/14/aluminium-al/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bb8beb09be4f46d90e3cc787503a6d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">J-K</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
