Agrica

Archive for the ‘pupuk’ Category

Bahan Organik

Posted by agrica on January 9, 2009

Pengertian

Bahan organik merupakan bahan-bahan yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dirombak oleh bakteri-bakteri tanah menjadi unsur yang dapat digunakan oleh tanaman tanpa mencemari tanah dan air. Bahan organik tanah merupakan penimbunan dari sisa-sisa tanaman dan binatang yang sebagian telah mengalami pelapukan dan pembentukan kembali. Bahan organik demikian berada dalam pelapukan aktif dan menjadi mangsa serangan jasad mikro. Sebagai akibatnya bahan tersebut berubah terus dan tidak mantap sehingga harus selalu diperbaharui melalui penambahan sisa-sisa tanaman atau binatang.

Sumber Bahan Organik

Sumber primer bahan organik adalah jaringan tanaman berupa akar, batang, ranting, daun, dan buah. Bahan organik dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis sehingga unsur karbon merupakan penyusun utama dari bahan organik tersebut. Unsur karbon ini berada dalam bentuk senyawa-senyawa polisakarida, seperti selulosa, hemiselulosa, pati, dan bahan- bahan pektin dan lignin. Selain itu nitrogen merupakan unsur yang paling banyak terakumulasi dalam bahan organik karena merupakan unsur yang penting dalam sel mikroba yang terlibat dalam proses perombakan bahan organik tanah. Jaringan tanaman ini akan mengalami dekomposisi dan akan terangkut ke lapisan bawah serta diinkorporasikan dengan tanah. Tumbuhan tidak saja sumber bahan organik, tetapi sumber bahan organik dari seluruh makhluk hidup.

Sumber sekunder bahan organik adalah fauna. Fauna terlebih dahulu harus menggunakan bahan organik tanaman setelah itu barulah menyumbangkan pula bahan organik. Bahan organik tanah selain dapat berasal dari jaringan asli juga dapat berasal dari bagian batuan.

Perbedaan sumber bahan organik tanah tersebut akan memberikan perbedaan pengaruh yang disumbangkannya ke dalam tanah. Hal itu berkaitan erat dengan komposisi atau susunan dari bahan organik tersebut. Kandungan bahan organik dalam setiap jenis tanah tidak sama. Hal ini tergantung dari beberapa hal yaitu; tipe vegetasi yang ada di daerah tersebut, populasi mikroba tanah, keadaan drainase tanah, curah hujan, suhu, dan pengelolaan tanah. Komposisi atau susunan jaringan tumbuhan akan jauh berbeda dengan jaringan binatang. Pada umumnya jaringan binatang akan lebih cepat hancur daripada jaringan tumbuhan. Jaringan tumbuhan sebagian besar tersusun dari air yang beragam dari 60-90% dan rata-rata sekitar 75%. Bagian padatan sekitar 25% dari hidrat arang 60%, protein 10%, lignin 10-30% dan lemak 1-8%. Ditinjau dari susunan unsur karbon merupakan bagian yang terbesar (44%) disusul oleh oksigen (40%), hidrogen dan abu masing-masing sekitar 8%. Susunan abu itu sendiri terdiri dari seluruh unsur hara yang diserap dan diperlukan tanaman kecuali C, H dan O. Read the rest of this entry »

Posted in ilmu tanah, pertanian, pupuk | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Bokashi

Posted by agrica on January 7, 2009

Resep Bokashi I

Bahan yang diperlukan :

- EM4 1 sendok makan (bisa juga diganti simbal)
- air 1 liter;
- potongan daun/limbah rumah tangga 10 kg;
- dedak halus 2 kg

Cara pembuatan:
- Semua bahan disatukan dan diaduk serata mungkin.
- Masukkan bahan itu ke dalam ember/tong plastik, tutup rapat-rapat.
- Setelah 2 hari biasanya terjadi perubahan, lakukan pengadukan.
- Kemudian jaga agar panasnya tidak melebihi 50 derajat Celcius.
- Untuk pengadukan sebaiknya dilakukan sehari tiga kali.
- Setelah lima hari siap digunakan sebagai Pupuk.

Selain resep di atas, ada juga resep pembuatan bokashi yang hanya memerlukan waktu pembuatan 24 atau dinamakan bokashi ekspres. Read the rest of this entry »

Posted in pertanian, pupuk | Tagged: , | Leave a Comment »

Lumpur Selokan dapat Dijadikan Pupuk

Posted by agrica on January 7, 2009

Lumpur di saluran pembuangan air di Amerika Serikat yang mencapai 8,5 juta metrik ton pada tahun 1990 dan lebih dari 12 juta ton di tahun 2000, seperti dilaporkan US Environmental Protection Agency, kini bisa dijadikan pupuk. Pupuk dari lumpur tersebut terbukti mampu mendongkrak produksi beberapa jenis tanaman.

Meski penggunaan sampah organik sebagai pupuk bukan hal baru, penelitian yang dilakukan di Florida sejak tahun 1997 sampai 2000 oleh ilmuwan dari Institut of Food and Agricultural Sciences, Universitas Florida itu berhasil menemukan juga bahwa cairan dari lumpur tersebut sama efektifnya dengan pupuk sintetis.

Kandungan unsur-unsur mineral seperti fosfor, kalsium, dan zat besi ditemukan sangat tinggi pada tanaman yang diberi pupuk dari lumpur tersebut. Di musim kering, pupuk lumpur tersebut lebih efektif mengangkut zat-zat makanan ke akar tanaman dibandingkan dengan pupuk sintetis.

Penelitian itu menggunakan tanaman bahiagrass dan mengevaluasi akumulasi logam berat dan gizi tanaman, serta air di permukaan dan di dalam tanah. Martin B. Adjei salah seorang peneliti mengatakan cairan lumpur itu jika diproses dan diterapkan dengan tepat dapat mendongkrak hasil produksi secara dramatis, rendah bakteri patogen, dan ramah lingkungan. Saat ini sekitar setengah dari 2,5 juta tanaman bahiagrass di Florida diberi pupuk lumpur.

Sumber : SH di situs hijau

Posted in pertanian, pupuk | Tagged: , | Leave a Comment »

Guano

Posted by agrica on January 7, 2009

Kotoran kelelawar yang sering disebut guano, ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik. Sekitar 1.000 gua di Indonesia diprediksi berpotensi menjadi salah satu solusi atas problem kesulitan pupuk di negara kita saat ini. Read the rest of this entry »

Posted in pertanian, pupuk | Tagged: , , | Leave a Comment »