Agrica

Archive for the ‘lingkungan’ Category

How to Save the Environment at Home

Posted by agrica on October 25, 2009

There are plenty of little steps that people can take at home to help save the environment. While the eco-footprint of each step is small, thousands of people doing the same thing can make a difference. In making some small changes to the way that you do things at home, you are gradually making a difference, even as an individual. You will kill costs and improve your health at the same time, so helping to save the environment isn’t a totally altruistic exercise!

Throughout the House

  1. Turn off appliances when you are not using them. Up to 30% of power used by TV’s is used while they are turned off, so buy power strips and just flip the switch on the power strip, because they use far less energy while turned off.
  2. Lower the thermostat by a few degrees in winter. An extra layer or blanket will not only keep you cozy but will help to reduce your electricity bill significantly.
  3. Make sure that the house is fully insulated. Insulation keeps the heat and cool on the correct side of your living space. Consider not only the ceiling but also the walls and under the floors.
  4. Use windows to regulate the temperature.
  5. Install ceiling fans instead of air conditioning units to keep rooms comfortable in warm weather.
  6. Fill the gaps. Gaps reduce energy efficiency in a home. By caulking gaps around windows and doors, you increase the ability of your house to retain heat and cool at the right times of year, allowing your heating and cooling systems to work less.
  7. Switch to compound fluorescent lightbulbs. They last longer and consume one-quarter of the energy. Lately, LED lamps have started to pick up the pace too — they are up to ten times as effective as fluorescent, and totally blow incandescent bulbs off the charts.
  8. Turn off the lights. Always turn off the lights when you are not using them. Rooms that are lit with nobody in them are wasteful.

In the Kitchen

  1. Recycle, recycle, recycle. Some cities already require people to sort their trash into paper, metals, glass, and organic waste. Even if your city doesn’t, you can launch a growing trend. Set up four separate waste baskets, and make sure the contents end up in the appropriate recycle bins.
  2. Air dry your dishes. Stop the dishwasher before the dryer cycle commences. Leave the door slightly ajar (or more open if you have the space) and let the dishes air-dry. The drying cycle of the dishwasher consumes a lot of energy.
  3. Avoid Creating Trash. Avoid disposable products, such as plates, cups, napkins and cutlery. Use reusable towels and dishwashing cloths in place of paper towels and disposable dish sponges. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: | Leave a Comment »

Global Warming Hoax

Posted by agrica on October 13, 2009

Pertemuan G-20 baru saja usai. Pemanasan global adalah salah satu topik utama yang dibicarakan. Para pemimpin dunia menyerukan dunia bersatu untuk melawan pemanasan global yang diperkirakan akan membawa bumi pada suhu mematikan di tahun 2100. Kita bisa melihat usaha pemimpin negara G-20 melawan pemanasan global menjadi headline di berbagai media utama di dunia. Namun entah kenapa hampir tidak ada media massa yang meliput pidato Prof. Mojib Latif pada konferensi PBB mengenai iklim bumi di Jenewa pada awal September 2009 kemarin.

Beberapa waktu sebelumnya, saya pernah menulis mengenai Teori konspirasi Pemanasan Global. Dalam tulisan itu saya menceritakan bahwa pandangan Al Gore mengenai pemanasan global yang diterima oleh banyak orang ternyata mendapat tentangan dari banyak ilmuwan. Salah satu penyebabnya adalah adanya data penelitian yang menunjukkan bahwa bumi tidak mengalami pemanasan global dalam dekade ini. Nah kali ini, Al Gore dan pendukungnya kembali mendapat tamparan, bukan dari lawan politiknya, melainkan dari salah seorang ilmuwan yang pro dengannya.

Umumnya jika seorang ilmuwan mengubah pandangan ilmiahnya dengan drastis, maka media massa akan meliputnya secara besar-besaran. Namun tidak kali ini. Pidato Prof. Mojib Latif hampir lolos dari perhatian dunia.

Prof. Latif adalah seorang ilmuwan dari Leibniz Institute of Marine Sciences di Jerman. Ia adalah seorang pendukung utama teori yang mengatakan bahwa emisi rumah kaca yang dihasilkan manusia telah menyebabkan peningkatan suhu global di bumi. Ia turut serta dalam menciptakan model iklim yang menjadi patokan bagi banyak peneliti di dunia. Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan dalam studi mengenai iklim dan ia adalah seorang peneliti utama di IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), sebuah badan milik PBB yang pada tahun 2007 menerima nobel perdamaian bersama Al Gore. Read the rest of this entry »

Posted in iseng, lingkungan | Tagged: , , | 1 Comment »

Sinking hole (luweng), fenomena tanah ambles..

Posted by agrica on April 30, 2009

Tanah amblas dalam bahasa geologinya sering disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini sering terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping. Menakutkan yak…gimana kalo pas berdiri diatas permukaan tanah tiba2 BLUNG!!! tanahnya ambes masuk di telan bumi… ..Biasanya tanah amblas tidak terjadi seketika…ada tanda2 kalo tanah akan amblas..eit, tunggu dulu fenomena sinkhole dapat juga terjadi dalam waktu sekejab.. (ini yang ditakutin) bakal lenyap ditelen bumi..

1. Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya” adalah batugamping.

2. Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan.

3. Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan), pintu susah ditutup karena mleyot-mleyot. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: , , | Leave a Comment »

Dampak Global Warming bagi Bumi

Posted by agrica on February 22, 2009

Fakta #1: Mencairnya es di kutub utara & selatan
Pemanasan Global

berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah kutub utara dan kutub selatan. Es di Greenland yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya!

Mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100. Tetapi data es tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya.

Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka ikutkan dalam model prediksi yang ada. Dengan menggunakan data es terbaru, serta model prediksi yang lebih akurat, Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan:

HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS 2012!

Baru-baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh. Read the rest of this entry »

Posted in iseng, lingkungan | Tagged: , , | 7 Comments »

Memperbaiki Lahan Bekas Tambang dengan Mikroorganisme

Posted by agrica on January 9, 2009

Oleh : Dindin H. Mursyidin, S.Si*

Kecamatan Cempaka merupakan salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang sebagian wilayahnya telah rusak akibat penambangan batubara. Berdasarkan survei tim reklamasi Kota Banjarbaru (2001), kerusakan lahan di Kecamatan Cempaka akibat kegiatan penambangan batubara telah mencapai ±10 ha. Namun demikian upaya perbaikan lahan (reklamasi) di wilayah tersebut masih minim dilakukan. Kalaupun ada, upaya tersebut masih terbatas pada tahap perencanaan.

Sebenarnya, upaya perbaikan lahan bekas tambang batubara di Kecamatan Cempaka telah dilakukan masyarakat setempat dan pemerintah kota Banjarbaru, yaitu dengan menanam sejumlah pohon, seperti akasia dan petai. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil yang optimal dalam perbaikan lahan. Hidayati dkk. (1995) melaporkan bahwa untuk membantu keberhasilan reklamasi dengan tanaman, aplikasi mikroorganisme juga perlu diterapkan. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Melawan Global Warming

Posted by agrica on January 6, 2009

Pemanasan global atau yang populer dengan istilah Global Warming (GW) menjadi salah satu isu paling hangat di seluruh dunia belakangan ini. Konferensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim atau UNFCCC yang dilangsungkan di Bali akhir tahun lalu merupakan salah satu bukti keseriusan isu ini. Konferensi yang berlangsung selama hampir dua minggu tersebut berhasil menyepakati Bali Roadmap yang akan mengantarkan Planet Bumi untuk menghadapi dan terutama melawan GW.
GW memiliki dampak yang sangat luas. Tentu tidak cukup tempat untuk membahas semuanya dalam tulisan ini, karenanya saya akan memfokuskan pada satu masalah saja. Bagaimana dampak GW terhadap kedaulatan, teruma ketika dikaitkan dengan peningkatan tinggi muka laut yang memengaruhi kondisi pulau-pulau, yurisdiksi wilayah maritim dan batas maritim suatu negara pantai dengan negara tetangganya?

Memahami Kepulauan Indonesia dan Batas Maritimnya
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan berbatasan dengan sepuluh negara tetangga yaitu India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Dengan kesepuluh negara tersebut, Indonesia berbatasan maritim dan sekaligus berbatasan darat dengan tiga diantaranya yaitu Malaysia (di Kalimantan), Papua Nugini dan Timor Leste.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak pulau kecil. Menurut Undang-undang No. 27/2007, ada 92 pulau kecil yang menjadi bagian dari Kepulauan Indonesia. Bagi Indonesia, pulau-pulau kecil, terutama yang berlokasi di pinggir kepulauan (pulau terluar) memiliki nilai strategis. Pada pulau-pulau terluar inilah ditempatkan titik-titik pangkal yang membentuk garis pangkal kepulauan. Garis pangkal ini melingkupi seluruh Kepulauan Indonesia dan merupakan acuan untuk mengukur lebar wilayah maritim Indonesia (lihat Gambar 2), baik itu laut teritorial (12 mil laut dari garis pangkal), zona tambahan (24 mil laut), zona ekonomi eksklusif (200 mil laut) dan landas kontinen (hingga 350 mil laut atau lebih). Garis pangkal ini juga menjadi referensi dalam menentukan garis batas maritim dengan negara tetangga jika terjadi sengketa atau tumpang tindih klaim. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: , | Leave a Comment »

7 Oases Paling Menakjubkan di Dunia

Posted by agrica on January 6, 2009

1. Ubari Oasis Libya

Oase ini terletak di Barat Daya Libya, tepatnya di lembah Targa. Berlokasi di antara dataran tinggi Messak Sattafat dan gurun Idhan Ubari, mengelilingi 2 desa yaitu Germa, dan In Garran. Air di oase ini sangat asin seperti Laut Mati, tapi sayang Anda tidak mungkin berenang di dalamnya karena sangat kotor.

2. Oase Huacachina (Peru)

Terletak tepat di bawah gurun Peruvian, gurun ini menawarkanpemandangan menakjubkan, sebuah kilauan cahaya bila dilihat dari kejauhan. Sebuah komplek penginapan telah didirikan di tempat ini elngkap dengan hiasan pohon palem dan sebuah kolam renang yang unik
3. Oasis Ein Gedi (Israel)


En Gedi merupakan Oase terbesar sepanjang pantai Laut Mati. Daerah ini didiami suku Judah dan telah terkenal sejak zaman kerajaan Nabi Sulaiman. Read the rest of this entry »

Posted in iseng, lingkungan | Tagged: , , | Leave a Comment »

Pencemaran Air Tanah dan Biopori

Posted by agrica on January 1, 2009

Sudah menjadi konskuensi dari peradaban manusia bila lingkungan tercemar. Padahal, bila tidak memedulikan lingkungan, manusia sendiri yang akan menuai akibatnya. Selain pencemaran udara, pencemaran air tanah kini menjadi ancaman lain buat kelangsungan hidup manusia.
Seperti diketahui, sebagian besar masyarakat Jakarta masih menggunakan air tanah untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti mandi, cuci, atau minum. Rendahnya pengetahuan dan kemauan masyarakat untuk menjaga air tanah, menyebabkan kualitasnya semakin buruk. Air tanah banyak tercemar limbah rumah tangga dan bakteri E-Coli (Eschercia Coli).

Patut diketahui, kandungan bakteri Eschercia Coli (E-Coli) di Jakarta, rata-rata mencapai 41 persen. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan tingkat pencemaran tertinggi di Jakarta Barat mencapai 93,3 persen, Jakarta Pusat 43,5, Jakarta Timur 26,2 persen, dan Jakarta Selatan 25 persen (www.beritajakarta.com).

Bakteri E-Coli sering dijadikan indikator dari tercemarnya air tanah dalam satu wilayah. Bakteri ini biasanya keluar bersama tinja. Jika masuk saluran pencernaan melalui makanan atau minuman, bisa menimbulkan gangguan kesehatan (tifus, kolera, hepatitis, diare).

Kalau melihat data di atas, ternyata sebagian besar air tanah di Jakarta Barat sudah tercemar bakteri tersebut. Bila tidak ada tindakan nyata, bukan tidak mungkin kalau air tanah di komunitas kita seluruhnya tidak layak pakai. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: , , | Leave a Comment »

Hutan Hujan

Posted by agrica on December 26, 2008

Hutan hujan tropis adalah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi, iklim yang hangat, dan curah hujan yang tinggi. Di beberapa hutan hujan, curah hujannya lebih besar dari 1 inci per hari!

Hutan hujan dapat ditemukan di Afrika, Asia, Australia, serta Amerika Tengah dan Selatan. Hutan hujan terbesar di dunia adalah hutan hujan Amazon.

Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: | Leave a Comment »

10 Tempat Paling Berpolusi Di Dunia

Posted by agrica on December 26, 2008

Blacksmith Institute telah membuat daftar wilayah bencana ekologi terburuk di dunia. Berikut daftarnya (diurutkan berdasarkan peringkat):

  1. Linfen, Cina

    Linfen, Cina

    Jumlah orang yang terkena dampak: 3.000.000

    Jenis polutan: Batubara dan debu

    Sumber polusi: Emisi kendaraan dan industri

  2. Tianying, Cina

    Tianying, Cina

    Jumlah orang yang terkena dampak: 140.000

    Jenis polutan: Timah dan logam lainnya

    Sumber polusi: Pertambangan dan pemrosesan

  3. Sukinda, India

    Sukinda, India

    Jumlah orang yang terkena dampak: 2.600.000

    Jenis polutan: Kromium heksavalen dan logam lainnya

    Sumber polusi: Penambangan kromit dan pemrosesan Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: , | Leave a Comment »