Agrica

Archive for January 9th, 2009

Unlam Peringkat 81 Indonesia

Posted by agrica on January 9, 2009

Dear teman-teman..

Tadi waktu asik surfing and browsing di internet, akhirnya aku sampai lah pada suatu situs yang isinya tentang peringkat Universitas yang berada di Indonesia. Tentu saja lah, jajaran teratasnya dipegang oleh universitas-universitas yang berada di pulau Jawa. Mengagumkan! Seandainya saja saya kuliah disana..hehehehehehe

Peringkat teratas disandang oleh Institut Teknologi Bandung dan diikuti oleh Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada serta beberapa universitas terkemuka lainnya yang berada di pulau Jawa. Klo ga salah universitas-universitas yang berada di pulau Jawa mendominasi hingga peringkat 18. Peringkat 19-nya di pegang oleh Universitas Lampung. Truz selanjutnya dari peringkat 20 sampai 41 kembali dipegang oleh universitas-universitas yang berada di pulau Jawa. Huh, pokoknya universitas-universitas di pulau Jawa menguasai hampir 80% jumlah universitas di Indonesia yang terdaftar pada situs tersebut.

Sedangkan peringkat terbawah alias peringkat uncit dipegang oleh Universitas Batanghari dan diikuti beberapa universitas swasta yang lagi-lagi berasal dari pulau Jawa. Read the rest of this entry »

Posted in iseng | Tagged: , | Leave a Comment »

Memperbaiki Lahan Bekas Tambang dengan Mikroorganisme

Posted by agrica on January 9, 2009

Oleh : Dindin H. Mursyidin, S.Si*

Kecamatan Cempaka merupakan salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang sebagian wilayahnya telah rusak akibat penambangan batubara. Berdasarkan survei tim reklamasi Kota Banjarbaru (2001), kerusakan lahan di Kecamatan Cempaka akibat kegiatan penambangan batubara telah mencapai ±10 ha. Namun demikian upaya perbaikan lahan (reklamasi) di wilayah tersebut masih minim dilakukan. Kalaupun ada, upaya tersebut masih terbatas pada tahap perencanaan.

Sebenarnya, upaya perbaikan lahan bekas tambang batubara di Kecamatan Cempaka telah dilakukan masyarakat setempat dan pemerintah kota Banjarbaru, yaitu dengan menanam sejumlah pohon, seperti akasia dan petai. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil yang optimal dalam perbaikan lahan. Hidayati dkk. (1995) melaporkan bahwa untuk membantu keberhasilan reklamasi dengan tanaman, aplikasi mikroorganisme juga perlu diterapkan. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Bahan Organik

Posted by agrica on January 9, 2009

Pengertian

Bahan organik merupakan bahan-bahan yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dirombak oleh bakteri-bakteri tanah menjadi unsur yang dapat digunakan oleh tanaman tanpa mencemari tanah dan air. Bahan organik tanah merupakan penimbunan dari sisa-sisa tanaman dan binatang yang sebagian telah mengalami pelapukan dan pembentukan kembali. Bahan organik demikian berada dalam pelapukan aktif dan menjadi mangsa serangan jasad mikro. Sebagai akibatnya bahan tersebut berubah terus dan tidak mantap sehingga harus selalu diperbaharui melalui penambahan sisa-sisa tanaman atau binatang.

Sumber Bahan Organik

Sumber primer bahan organik adalah jaringan tanaman berupa akar, batang, ranting, daun, dan buah. Bahan organik dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis sehingga unsur karbon merupakan penyusun utama dari bahan organik tersebut. Unsur karbon ini berada dalam bentuk senyawa-senyawa polisakarida, seperti selulosa, hemiselulosa, pati, dan bahan- bahan pektin dan lignin. Selain itu nitrogen merupakan unsur yang paling banyak terakumulasi dalam bahan organik karena merupakan unsur yang penting dalam sel mikroba yang terlibat dalam proses perombakan bahan organik tanah. Jaringan tanaman ini akan mengalami dekomposisi dan akan terangkut ke lapisan bawah serta diinkorporasikan dengan tanah. Tumbuhan tidak saja sumber bahan organik, tetapi sumber bahan organik dari seluruh makhluk hidup.

Sumber sekunder bahan organik adalah fauna. Fauna terlebih dahulu harus menggunakan bahan organik tanaman setelah itu barulah menyumbangkan pula bahan organik. Bahan organik tanah selain dapat berasal dari jaringan asli juga dapat berasal dari bagian batuan.

Perbedaan sumber bahan organik tanah tersebut akan memberikan perbedaan pengaruh yang disumbangkannya ke dalam tanah. Hal itu berkaitan erat dengan komposisi atau susunan dari bahan organik tersebut. Kandungan bahan organik dalam setiap jenis tanah tidak sama. Hal ini tergantung dari beberapa hal yaitu; tipe vegetasi yang ada di daerah tersebut, populasi mikroba tanah, keadaan drainase tanah, curah hujan, suhu, dan pengelolaan tanah. Komposisi atau susunan jaringan tumbuhan akan jauh berbeda dengan jaringan binatang. Pada umumnya jaringan binatang akan lebih cepat hancur daripada jaringan tumbuhan. Jaringan tumbuhan sebagian besar tersusun dari air yang beragam dari 60-90% dan rata-rata sekitar 75%. Bagian padatan sekitar 25% dari hidrat arang 60%, protein 10%, lignin 10-30% dan lemak 1-8%. Ditinjau dari susunan unsur karbon merupakan bagian yang terbesar (44%) disusul oleh oksigen (40%), hidrogen dan abu masing-masing sekitar 8%. Susunan abu itu sendiri terdiri dari seluruh unsur hara yang diserap dan diperlukan tanaman kecuali C, H dan O. Read the rest of this entry »

Posted in ilmu tanah, pertanian, pupuk | Tagged: , , , , | Leave a Comment »