Past and Future CO2 Atmospheric Concentrations

January 5, 2010 J-K Leave a comment

Climate change – Most serious global environmental problem

Pada abad ini, isu perubahan iklim (climate change) terus muncul dan menjadi pembicaraan serius.  Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan.

Kegiatan manusia, terutama berupa pembakaran bahan bakar fosil dan aktifitas pertanian, menghasilkan emisi berupa gas rumah kaca yaitu CO2, CH4, N2O dan halokarbon (kelompok gas yang mengandung florine, klorin dan bromin). Gas-gas tersebut terakumulasi di atmosfer sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi seiring dengan perjalanan waktu. Peningkatan ini sangat kentara pada era industry. Read more…

Categories: lingkungan Tags: , ,

How to Save the Environment at Home

October 25, 2009 J-K Leave a comment

There are plenty of little steps that people can take at home to help save the environment. While the eco-footprint of each step is small, thousands of people doing the same thing can make a difference. In making some small changes to the way that you do things at home, you are gradually making a difference, even as an individual. You will kill costs and improve your health at the same time, so helping to save the environment isn’t a totally altruistic exercise!

Throughout the House

  1. Turn off appliances when you are not using them. Up to 30% of power used by TV’s is used while they are turned off, so buy power strips and just flip the switch on the power strip, because they use far less energy while turned off.
  2. Lower the thermostat by a few degrees in winter. An extra layer or blanket will not only keep you cozy but will help to reduce your electricity bill significantly.
  3. Make sure that the house is fully insulated. Insulation keeps the heat and cool on the correct side of your living space. Consider not only the ceiling but also the walls and under the floors.
  4. Use windows to regulate the temperature.
  5. Install ceiling fans instead of air conditioning units to keep rooms comfortable in warm weather.
  6. Fill the gaps. Gaps reduce energy efficiency in a home. By caulking gaps around windows and doors, you increase the ability of your house to retain heat and cool at the right times of year, allowing your heating and cooling systems to work less.
  7. Switch to compound fluorescent lightbulbs. They last longer and consume one-quarter of the energy. Lately, LED lamps have started to pick up the pace too — they are up to ten times as effective as fluorescent, and totally blow incandescent bulbs off the charts.
  8. Turn off the lights. Always turn off the lights when you are not using them. Rooms that are lit with nobody in them are wasteful.

In the Kitchen

  1. Recycle, recycle, recycle. Some cities already require people to sort their trash into paper, metals, glass, and organic waste. Even if your city doesn’t, you can launch a growing trend. Set up four separate waste baskets, and make sure the contents end up in the appropriate recycle bins.
  2. Air dry your dishes. Stop the dishwasher before the dryer cycle commences. Leave the door slightly ajar (or more open if you have the space) and let the dishes air-dry. The drying cycle of the dishwasher consumes a lot of energy.
  3. Avoid Creating Trash. Avoid disposable products, such as plates, cups, napkins and cutlery. Use reusable towels and dishwashing cloths in place of paper towels and disposable dish sponges. Read more…
Categories: lingkungan Tags:

Global Warming Hoax

October 13, 2009 J-K 1 comment

Pertemuan G-20 baru saja usai. Pemanasan global adalah salah satu topik utama yang dibicarakan. Para pemimpin dunia menyerukan dunia bersatu untuk melawan pemanasan global yang diperkirakan akan membawa bumi pada suhu mematikan di tahun 2100. Kita bisa melihat usaha pemimpin negara G-20 melawan pemanasan global menjadi headline di berbagai media utama di dunia. Namun entah kenapa hampir tidak ada media massa yang meliput pidato Prof. Mojib Latif pada konferensi PBB mengenai iklim bumi di Jenewa pada awal September 2009 kemarin.

Beberapa waktu sebelumnya, saya pernah menulis mengenai Teori konspirasi Pemanasan Global. Dalam tulisan itu saya menceritakan bahwa pandangan Al Gore mengenai pemanasan global yang diterima oleh banyak orang ternyata mendapat tentangan dari banyak ilmuwan. Salah satu penyebabnya adalah adanya data penelitian yang menunjukkan bahwa bumi tidak mengalami pemanasan global dalam dekade ini. Nah kali ini, Al Gore dan pendukungnya kembali mendapat tamparan, bukan dari lawan politiknya, melainkan dari salah seorang ilmuwan yang pro dengannya.

Umumnya jika seorang ilmuwan mengubah pandangan ilmiahnya dengan drastis, maka media massa akan meliputnya secara besar-besaran. Namun tidak kali ini. Pidato Prof. Mojib Latif hampir lolos dari perhatian dunia.

Prof. Latif adalah seorang ilmuwan dari Leibniz Institute of Marine Sciences di Jerman. Ia adalah seorang pendukung utama teori yang mengatakan bahwa emisi rumah kaca yang dihasilkan manusia telah menyebabkan peningkatan suhu global di bumi. Ia turut serta dalam menciptakan model iklim yang menjadi patokan bagi banyak peneliti di dunia. Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan dalam studi mengenai iklim dan ia adalah seorang peneliti utama di IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), sebuah badan milik PBB yang pada tahun 2007 menerima nobel perdamaian bersama Al Gore. Read more…

Categories: iseng, lingkungan Tags: , ,

Sinking hole (luweng), fenomena tanah ambles..

April 30, 2009 J-K Leave a comment

Tanah amblas dalam bahasa geologinya sering disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini sering terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping. Menakutkan yak…gimana kalo pas berdiri diatas permukaan tanah tiba2 BLUNG!!! tanahnya ambes masuk di telan bumi… ..Biasanya tanah amblas tidak terjadi seketika…ada tanda2 kalo tanah akan amblas..eit, tunggu dulu fenomena sinkhole dapat juga terjadi dalam waktu sekejab.. (ini yang ditakutin) bakal lenyap ditelen bumi..

1. Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya” adalah batugamping.

2. Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan.

3. Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan), pintu susah ditutup karena mleyot-mleyot. Read more…

Categories: lingkungan Tags: , ,

Dampak Global Warming bagi Bumi

February 22, 2009 J-K 26 comments

Fakta #1: Mencairnya es di kutub utara & selatan
Pemanasan Global

berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah kutub utara dan kutub selatan. Es di Greenland yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya!

Mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100. Tetapi data es tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya.

Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka ikutkan dalam model prediksi yang ada. Dengan menggunakan data es terbaru, serta model prediksi yang lebih akurat, Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan:

HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS 2012!

Baru-baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh. Read more…

Categories: iseng, lingkungan Tags: , ,

Konservasi dan Pengelolaan Sungai

January 15, 2009 J-K 1 comment

Lapisan air menduduki 2/3 dari luas keseluruhan bumi kita ini, sedangkan sisanya berupa daratan. Pada dasarnya jumlah air yang terdapat di bumi kita tidak pernah habis, dan air mengalami daur (siklus) yang tiada henti-hentinya berlangsung secara periodik yang siklusnya dipengaruhi oleh sinar matahari, angin, tanaman, pegunungan dll.

Indeks ketersediaan air semakin menurun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, salah satu tandanya yaitu defisitnya DAS. Mengingat hal tersebut maka perlu dilakukan peningkatan ketersediaan air. Salah satu solusinya yaitu mengambil langkah-langkah pengembangan teknologi, penyediaan air, pelestarian sumber daya air dan meningkatkan konservasi air dan pengelolaan sungai.

1. Konservasi daerah pengaliran sungai

Konservasi ini dilakukan karena maraknya eksploitasi sumberdaya alam tanah, hutan, dan air. Dampaknya akan mengubah tata air seperti banjir, kekeringan, serta meningkatnya laju erosi dan sedimentasi. Teknologi yang dilakukan dalam konservasi ini yaitu metode Vegetatif dan metode Teknik Sipil.

Metode vegetatif yaitu menggunakan tanaman untuk mengurangi daya perusak hujan yang jatuh, sehingga mengurangi aliran permukaan dan erosi. Yang termasuk dalam metode ini yaitu reboisasi yaitu penanaman pohon di kawasan hutan dan luar hutang dengan menggunakan tanaman tahunan

Metode sipil yaitu pembuatan bangunan sipil untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi, dan meningkatkan kegunaan tanah, serta memperbesar infiltrasi air kedalam tanah. Yang termasuk dalam metode ini yaitu : bendungan pengendali, waduk, tanggul, teras, pembuatan irigasi pada daerah pertanian, guludan, dll. Read more…

Aluminium (Al)

January 14, 2009 J-K Leave a comment

Aluminium oksida adalah sebuah senyawa kimia dari aluminium dan oksigen, dengan rumus kimia Al2O3. Nama mineralnya adalah alumina, dan dalam bidang pertambangan, keramik dan teknik material senyawa ini lebih banyak disebut dengan nama alumina.

Sifat-sifat

Aluminium oksida adalah insulator (penghambat) panas dan listrik yang baik. Umumnya Al2O3 terdapat dalam bentuk kristalin yang disebut corundum atau α-aluminum oksida. Al2O3 dipakai sebagai bahan abrasif dan sebagai komponen dalam alat pemotong, karena sifat kekerasannya.

Aluminium oksida berperan penting dalam ketahanan logam aluminium terhadap perkaratan dengan udara. Logam aluminium sebenarnya amat mudah bereaksi dengan oksigen di udara. Aluminium bereaksi dengan oksigen membentuk aluminium oksida, yang terbentuk sebagai lapisan tipis yang dengan cepat menutupi permukaan aluminium. Lapisan ini melindungi logam aluminium dari oksidasi lebih lanjut. Ketebalan lapisan ini dapat ditingkatkan melalui proses anodisasi. Beberapa alloy (paduan logam), seperti perunggu aluminium, memanfaatkan sifat ini dengan menambahkan aluminium pada alloy untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi.

Al2O3 yang dihasilkan melalui anodisasi bersifat amorf, namun beberapa proses oksidasi seperti plasma electrolytic oxydation menghasilkan sebagian besar Al2O3 dalam bentuk kristalin, yang meningkatkan kekerasannya. Read more…

Categories: ilmu tanah Tags: ,

Resolusi Citra

January 14, 2009 J-K 2 comments
Citra

Citra

Interpretasi secara digital adalah evaluasi kuantitatif tentang informasi spektral yang disajikan pada citra. Dasar interpretasi citra digital berupa klasifikasi citra pixel berdasarkan nilai spektralnya dan dapat dilakukan dengan cara statistik. Dalam pengklasifikasian citra secara digital, mempunyai tujuan khusus untuk mengkategorikan secara otomatis setiap pixel yang mempunyai informasi spektral yang sama dengan mengikutkan pengenalan pola spektral, pengenalan pola spasial dan pengenalan pola temporal yang akhirnya membentuk kelas atau tema keruangan (spasial) tertentu.

Di dalam Penginderaan Jauh ada 4 istilah resolusi yakni:

  1. Resolusi Spasial
  2. Resolusi spektral
  3. Resolusi Temporal
  4. Resolusi Radiometrik

a. Resolusi Spasial

Ialah ukuran terkecil obyek yang dapat direkam oleh suatu sistem sensor. Dengan kata lain maka resolusi spasial mencerminkan kerincian informasi yang dapat disajikan oleh suatu sistem sensor. Ada dua cara menyatakan resolusi spasial, yakni: resolusi citra dan resolusi medan. Read more…